AMPAR.ID, MUARA BULIAN – Prosesi pengukuhan pengurus Aliansi Jurnalis Batang Hari (AJB) masa bakti 2025–2028 berlangsung khidmat di ruang kaca Rumah Dinas Bupati Batang Hari, Rabu (25/2/2026). Acara yang dipimpin langsung oleh Bupati Muhammad Fadhil Arief (MFA) ini menjadi momentum penguatan etika profesi bagi insan pers di Bumi Serentak Bak Regam.
Nuansa religius kental terasa saat acara tersebut diisi dengan tausiah agama yang menyentuh inti dari integritas seorang jurnalis dalam mengelola informasi.
Sebelum agenda buka puasa bersama dimulai, para pengurus AJB dan tamu undangan disuguhkan tausiah oleh anggota DPRD Batang Hari yang juga merupakan seorang ulama, Bustami. Dalam ceramahnya, politisi Fraksi PPP tersebut mengupas secara mendalam makna Surah Al-Hujurat ayat 12.
Ayat tersebut menekankan larangan bagi setiap individu untuk berprasangka buruk (suuzon), mencari-cari kesalahan orang lain, hingga menggunjing. Bustami menilai nilai-nilai ini sangat relevan dan harus menjadi kompas bagi wartawan saat memproduksi berita.
“Seorang wartawan memiliki tanggung jawab moral yang sangat besar. Bukan hanya kepada masyarakat sebagai pembaca, tetapi juga kepada Allah SWT atas setiap tulisan yang dipublikasikan,” tegas Bustami di hadapan jajaran Forkopimda dan insan pers.
Lebih lanjut, Bustami mengingatkan bahwa asas praduga tak bersalah bukan sekadar kaidah jurnalistik secara hukum, melainkan juga perintah agama untuk menjaga kehormatan sesama. Ia menekankan agar setiap informasi yang disampaikan melalui media harus didasari niat untuk melakukan perbaikan (ishlah) dan pembangunan daerah.
“Niatnya harus untuk membangun, bukan untuk memojokkan. Jangan sampai berita ditulis dengan hati yang dipenuhi prasangka negatif. Jurnalis harus menjadi mata dan telinga yang jujur bagi masyarakat,” tambahnya.
Kehadiran jajaran Forkopimda dan pimpinan OPD dalam acara ini mempertegas dukungan pemerintah terhadap keberadaan AJB. Dengan pengukuhan ini, Bupati Fadhil Arief berharap para jurnalis dapat terus beradaptasi dengan teknologi tanpa meninggalkan etika dan moralitas dalam menulis, demi mendukung visi Kabupaten Batang Hari yang SuPer TANGGUH.
















