AMPAR.ID, BATIN XXIV – Ketua DPRD Kabupaten Batang Hari, Rahmad Hasrofi, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2027 di Kecamatan Batin XXIV, Selasa (27/1/2026).
Musrenbang kali ini tampil beda karena dilaksanakan secara terintegrasi dengan penanganan isu kesehatan nasional melalui Musrenbang Stunting.
Kehadiran pimpinan legislatif ini bertujuan untuk memastikan setiap aspirasi pembangunan fisik selaras dengan upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat di Bumi Serentak Bak Regam.
Musrenbang terintegrasi ini dirancang untuk menghimpun, membahas, dan menyepakati berbagai usulan prioritas dari tingkat kecamatan. Selain fokus pada pembangunan sarana prasarana, forum ini menjadi wadah untuk merumuskan langkah intervensi stunting secara terpadu, terencana, dan berkelanjutan.
Ketua DPRD Batang Hari, Rahmad Hasrofi, dalam arahannya menekankan bahwa paradigma pembangunan saat ini harus lebih komprehensif. Ia mengingatkan agar perangkat daerah dan masyarakat tidak hanya terpaku pada pembangunan fisik semata.
“Pembangunan bukan sekadar mendirikan gedung atau membangun jalan, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun kualitas sumber daya manusia (SDM),” tegas Hasrofi di hadapan peserta musyawarah.
Sejalan dengan penekanan Asisten I Setda Batang Hari, integrasi Musrenbang Stunting merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Daerah dalam mendukung target nasional. Hasrofi memastikan bahwa DPRD akan mengawal agar setiap usulan dari Batin XXIV memiliki korelasi positif terhadap penurunan angka stunting.
“Melalui musrenbang terintegrasi ini, kita pastikan setiap rupiah yang dianggarkan untuk pembangunan di Batin XXIV juga berkontribusi pada target penurunan stunting. Kita ingin infrastruktur baik, dan anak-anak kita tumbuh sehat serta cerdas,” tambah politisi muda tersebut.
Forum ini diharapkan mampu melahirkan skala prioritas yang tajam untuk RKPD 2027. Sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam forum ini menjadi kunci agar pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Batang Hari dapat menyentuh aspek-aspek paling mendasar bagi kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimcam, para kepala desa, tokoh masyarakat, serta delegasi instansi terkait yang berperan dalam tim intervensi stunting tingkat kabupaten.
















