AMPAR.ID, KOTA JAMBI – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Jambi Tahun 2027 di Aula Griya Mayang, Senin (16/3/2026).
Dalam forum strategis tersebut, Wali Kota memaparkan optimisme besar untuk menjadikan Kota Jambi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan tema besar penguatan SDM, infrastruktur ekonomi, dan lingkungan berkelanjutan, Maulana mematok target pertumbuhan ekonomi yang ambisius pada tahun 2027 sebesar 5,75 persen, meningkat dari capaian tahun 2025 yang berada di angka 5,13 persen.
Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana memberikan contoh nyata bagaimana kebijakan pemerintah daerah mampu menghidupkan ekonomi kerakyatan. Salah satunya adalah melalui percepatan pembayaran gaji dan THR bagi ASN serta 1.300 Tenaga Harian Lepas (PHL).
“Kita membayarkan gaji dan THR sekaligus. Dengan peredaran uang mencapai hampir Rp75 miliar, ekonomi kota menjadi hidup, daya beli meningkat, dan toko-toko ramai. Ini adalah bukti bahwa kebijakan yang tepat sasaran akan menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” ujar Maulana.
Selain itu, ia juga menekankan keberhasilan pengendalian inflasi Kota Jambi yang terjaga di angka 0,34 persen melalui program Gerakan Pangan Murah dan distribusi puluhan ribu paket sembako bersubsidi serta CSR.
Menjawab aspirasi masyarakat, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur akan menjadi prioritas utama pada tahun 2026 hingga 2027. Fokus utama adalah peningkatan kualitas jalan yang berstatus milik kota di seluruh wilayah.
“Masukan dari masyarakat yang disampaikan melalui DPRD sangat penting. Fokus kita tahun ini adalah memperbaiki kualitas jalan kota secara maksimal, kemudian dilanjutkan pada tahun 2027 untuk program yang belum tertangani,” jelasnya.
Selain jalan, program “Kampung Terang” juga akan digulirkan untuk meningkatkan pencahayaan di kawasan permukiman, yang dimulai secara bertahap dari beberapa kecamatan percontohan sebelum diperluas ke seluruh Kota Jambi.
Masalah lingkungan tidak luput dari sorotan. Wali Kota Maulana memaparkan transformasi pengelolaan sampah berbasis digital dan pemberdayaan masyarakat di 1.583 RT melalui sistem bentor.
Sebanyak 20 unit mobil pengangkut sampah berbasis digital akan diluncurkan sebagai kado HUT Kota Jambi. Maulana juga memberikan kabar gembira mengenai rencana operasional pabrik pengolahan sampah pada Juni atau Juli mendatang. Namun, ia juga memberikan peringatan keras bagi pelanggar kebersihan.
“Setelah pabrik beroperasi, penegakan aturan akan kita lakukan secara tegas. Ada sanksi denda hingga Rp20 juta bagi mereka yang membuang sampah sembarangan sesuai perda. Kita ingin Kota Jambi benar-benar bersih dan nyaman,” pungkasnya.
Acara Musrenbang ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kota Jambi, para pejabat perangkat daerah, serta perwakilan organisasi masyarakat yang bersama-sama berkomitmen menyusun rencana pembangunan yang relevan dengan kebutuhan warga Jambi. (Adv)
















