JEMBER, AMPAR.ID – Penyaluran insentif bagi guru ngaji dan ketua kelompok pengajian di Kabupaten Jember tinggal menunggu pengesahan Perubahan APBD 2026.
Pemerintah Kabupaten Jember memastikan seluruh proses pendataan penerima telah selesai sehingga pencairan dapat dilakukan setelah anggaran perubahan ditetapkan.
Kepastian itu disampaikan dalam agenda Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) di Pemandian Patemon, Kecamatan Tanggul, Senin (28/7/2026).
Di hadapan para guru ngaji dan pengurus kelompok pengajian, Bupati Jember Muhammad Fawait meminta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkab Jember, Nurul Hafid Yasin, menjelaskan perkembangan penyaluran insentif yang telah dijanjikan pemerintah daerah.
Hafid mengatakan tahapan administrasi telah memasuki fase akhir.
Menurutnya, pemerintah hanya tinggal menunggu dasar hukum berupa pengesahan Perubahan APBD sebelum dana dapat disalurkan kepada para penerima.
“Alhamdulillah pendataan sudah selesai. Untuk realisasi anggaran tinggal menunggu ketetapan PABPD,” ujar Hafid.
Ia menambahkan penyaluran insentif akan dilakukan secara serentak melalui balai desa setelah proses penganggaran rampung.
Menanggapi hal tersebut, Gus Fawait meminta jajarannya menjaga komitmen agar hak para guru ngaji dan ketua kelompok pengajian dapat diterima sesuai rencana.
Ia menilai program tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pendidikan keagamaan di Jember.
Selain membahas insentif, Gus Fawait mengajak para guru ngaji ikut menyebarluaskan informasi mengenai program Universal Health Coverage (UHC) kepada masyarakat.
Menurutnya, masih terdapat warga yang enggan berobat karena mengira harus menanggung biaya pelayanan kesehatan.
“Sejak 1 April lalu, seluruh pemegang KTP Jember berhak mendapatkan layanan kesehatan gratis di Puskesmas maupun rumah sakit di seluruh Indonesia. Namun, masih ada warga yang takut berobat ke rumah sakit karena khawatir masalah biaya,” kata Gus Fawait.
Ia menjelaskan layanan UHC dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan tanpa dipungut biaya sesuai ketentuan yang berlaku.
Gus Fawait juga mengingatkan seluruh fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah agar memberikan pelayanan yang setara kepada setiap pasien, baik pengguna program UHC maupun pasien umum.
“Kami titip pesan kepada ibu-ibu dan para guru ngaji, tolong sampaikan informasi program berobat gratis ini kepada jemaah dan wali santri, agar tidak ada lagi warga Jember yang ragu untuk berobat saat sakit,” pungkasnya.
















