JAMBI,AMPAR.ID — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi merilis laporan perkembangan indikator strategis ekonomi dan sosial daerah untuk periode kuartal ketiga tahun 2026. Laporan yang disiarkan langsung dari Kantor BPS Provinsi Jambi mencakup data inflasi, Nilai Tukar Petani (NTP), kinerja perdagangan luar negeri, hingga sektor pariwisata.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, menyampaikan bahwa secara umum kondisi perekonomian di Provinsi Jambi menunjukkan pergerakan yang dinamis namun tetap terkendali.
Inflasi Terkendali, Muara Bungo Tertinggi
Pada September 2026, Provinsi Jambi mencatatkan inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 2,97 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada pada angka 113,06. Secara bulanan (month to month/m-to-m), tingkat inflasi berada di angka 0,19 persen, sedangkan inflasi tahun berjalan (year to date/y-to-d) tercatat sebesar 2,32 persen.
Laju inflasi y-on-y tertinggi di tingkat kabupaten/kota terjadi di Muara Bungo sebesar 3,98 persen (IHK 114,82). Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kota Jambi sebesar 2,62 persen (IHK 111,62).
”Inflasi tahunan terjadi akibat kenaikan harga pada sepuluh kelompok pengeluaran,” ujar Aidil Adha. Kenaikan tertinggi didorong oleh kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 5,35 persen, kelompok Kesehatan (4,51 persen), serta kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran (4,35 persen). Kenaikan juga dialami kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang tumbuh 4,08 persen.
Di sisi lain, kelompok Pakaian dan Alas Kaki menjadi satu-satunya sektor yang mengalami penurunan indeks harga, yaitu terkoreksi sebesar 4,01 persen.
Daya Beli Petani Meningkat
Kabar positif datang dari sektor pertanian. Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi pada September 2026 tercatat sebesar 196,13, atau naik 1,29 persen dibandingkan bulan Agustus 2026. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (September 2025), angka NTP mengalami lonjakan signifikan sebesar 13,39 persen.
Peningkatan daya beli petani ini dipicu oleh pertumbuhan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 2,03 persen, yang melampaui kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,73 persen.
Sejalan dengan NTP, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga menguat 1,44 persen menjadi 200,04. Adapun Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) naik tipis 0,77 persen akibat dinamika harga pada sebagian besar kelompok konsumsi perdesaan.
Ekspor dan Impor Agustus 2026 Kompak Naik
Di sektor perdagangan internasional, nilai ekspor asal Provinsi Jambi pada bulan Agustus 2026 menembus US198,04 juta. Angka ini melonjak 8,89 persen dibandingkan Juli 2026 yang tercatat sebesar US181,87 juta.
Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar terhadap total ekspor Jambi hingga Agustus 2026 dengan porsi 50,82 persen. Disusul oleh sektor pertambangan sebesar 44,78 persen dan sektor pertanian sebesar 4,40 persen. Adapun lima negara utama yang menjadi tujuan ekspor Jambi meliputi Singapura, Jepang, Malaysia, India, dan Amerika Serikat.
Sementara itu, nilai impor Provinsi Jambi pada Agustus 2026 tercatat sebesar US4,99 juta, naik 7,42 persen dibanding bulan sebelumnya (US4,65 juta). Impor Jambi didominasi oleh kelompok mesin dan alat angkutan yang memberikan kontribusi hingga 64,84 persen. Amerika Serikat, Tiongkok, Malaysia, Singapura, dan Finlandia tercatat sebagai lima negara asal impor terbesar.
Sektor Perhotelan dan Pariwisata Bertumbuh
Aktivitas pariwisata di Provinsi Jambi pada Agustus 2026 turut menunjukkan tren positif. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang menguat ke angka 53,43 persen, naik dari bulan Juli yang tercatat sebesar 52,59 persen.
Jumlah tamu yang menginap di hotel bintang mencapai 59.755 orang atau naik 1,14 persen secara bulanan. Dari jumlah tersebut, rasio tamu mancanegara tercatat sebesar 0,009—yang mengindikasikan terdapat sekitar 9 tamu asing dari setiap 1.000 pengunjung hotel. Secara keseluruhan, rata-rata lama menginap wisatawan domestik maupun mancanegara berada di angka 1,58 hari. (Red(











