AMPAR.ID, JAMBI – Kekhawatiran akan terjadinya krisis pangan di Kota Jambi, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi, mengusulkan untuk membuat Perda inisiatif tentang ketahanan pangan.
“Memang sebenarnya hampir di seluruh daerah sudah punya. Karena masalah pangan ini urusan wajib. Jadi memang harus ada,”kata Sekretaris Komisi II DPRD Kota Jambi, Anti Yosefa, Selasa (12/10).
Maka dari itu pihaknya membuat Perda inisiatif dan drafnya sudah tersusun. Perda itu sudah dimasukkan ke badan legislasi.
“Sekarang kita sedang menyelesaikan naskah akademiknya dan sudah membentuk tim yang terdiri dari profesor serta tenaga ahli untuk membuat naskah akademiknya,”ujarnya.
Ia berharap, bahwa naskah akademik itu diakhiri bulan Oktober 2021 sudah selesai.
“Setelah naskah itu selesai, maka kita akan melaksanakan pembahasannya dan akhir tahun ini target naskah itu kita tuntaskan,”katanya.
Meskipun belum sepenuhnya selesai, di tahun 2022 tinggal pengesahan Perda inisiatif itu.
“Yang pertama itu dari latarbelakang kenapa dibentuknya Perda inisiatif ini, dan bagaimana kondisi potensi pertanian yang ada di Kota Jambi. Yang mana terbatasnya lahan pertanian yang ada di Kota Jambi,”jelasnya.
Selain itu, ada rencana LP2K. Ia juga berharap bahwa nantinya akan ada pertanian yang terdaftar di LP2K.
Ia juga menyampaikan, poin-poin penting itu keamanan pangan. Contohnya beberapa waktu terdapat warga Kota Jambi yang membeli daging sapi untuk, dan ternyata yang dijual oleh pedagang kepada pembeli ini daging babi. Kemudian pengolahan pangannya, kemudian lagi kebutuhan gizi seimbang.
Lahan-lahan yang direncanakan akan dibuka menjadi ketahanan pangan yang ada di kota Jambi, yakni Kecamatan Alam Barajo, Kecamatan pelayangan, Kecamatan Jambi timur dan Kecamatan Kotabaru.
“Biasanya kita dari pusat bisa dapat dana untuk lahan-lahan yang akan dibuka. Namun, syaratnya tidak memenuhi,”
Lahan yang dibuka sekitar 5000 hektar. Sementara, di kota Jambi kurang dari 5000 hektar.
“Ya jadi kita tidak bisa mendapatkan bantuan. Kita hanya bisa mengoptimalkan yang ada, karena kita tidak mungkin menambah lahan,”pungkasnya. (Ichsan)
Diskusi tentang inipost