• Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Aktual dan Terkini
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
Berita Terbaru
  • NEWS
  • POLITIK
  • EKBIS
  • HUKUM
  • OPINI
  • TREND
  • JAMBI
  • BENGKULU
  • SUMSEL
  • JATIM
  • LAMPUNG
  • Lainnya..

Kisah Pembunuhan Jaya Negara, Dibunuh Ra Tanca, Didalangi Gajah Mada?

21/03/2021
PostTweetSend
Dibaca 486

AMPAR.ID – DHARMAPUTRA adalah sebuah jabatan yang dibentuk oleh Raden Wijaya, pendiri kerajaan Majapahit. Dharmaputra beranggotakan tujuh orang, antara lain, Ra Kuti, Ra Semi, Ra Tanca, Ra Wedeng, Ra Yuyu, Ra Banyak, dan Ra Pangsa. Anggota Dharmaputra itu diketahui tewas karena melakukan pemberontakan.

Ra Tanca adalah satu-satunya Dharmaputra yang masih hidup setelah peristiwa pemberontakan Ra Kuti tahun 1319.

Ra Tanca salah satu dari 7 Pejabat Dharmaputra yang berprofesi sebagai Tabib Istana menyimpan dendam dalam-dalam terhadap Jaya Negara.

Dalam Serat Pararaton disebutkan bahwa dendamnya pada Jaya Negara muncul selepas istrinya diperlakukan tidak senonoh oleh Raja. Ia juga masih menyimpan dendam terhadap kematian teman-teman seperjuangannya di Dharmaputra.

Pada tahun 1328, Ra Tanca menemui Gajah Mada untuk menyampaikan keluhan istrinya. Ra Tanca kesal terhadap Jayanegara, ia menerima laporan dari istrinya bahwa raja berniat menikahi dua saudara tirinya. Mereka adalah Dyah Gitarja atau Tribhuwana Tunggadewi dan Dyah Wiyat atau Sri Rajadewi.

Ra Tanca lantas melapor kepada Gajah Mada, tapi sang patih tidak segera bertindak. Ra Tanca, yang merupakan abdi setia mendiang Raden Wijaya, lantas mengambil tindakan sendiri saat mendapatkan kesempatan mengobati Jayanegara.

Bacajuga

625 Tahun Tanah Pilih Pusako Betuah, Jambi Business Center Berkomitmen Dukung Kemajuan Kota

Ketua DPRD Kota Jambi Sambut Massa Demo dengan Dialog

Sebaran Bedah Rumah Pro Jambi 2025 Sesuai Usulan, PUPR Jambi: IPM Masyarakat Kerinci-Sungai Penuh Terbilang Tinggi 

Zakat Fitrah Kota Jambi Tahun 2025: Besaran dan Cara Pembayaran

Jaya Negara adalah Raja kedua Majapahit, menurut Negara Kertagama Jaya Negara naik tahta pada 1309 Masehi dengan Gelar Abhiseka Wiralandaghopala, ia naik tahta selepas kemangkatan ayahnya Dyah Wijaya. Jaya Negara merupakan anak laki-laki satu-satunya Dyah Wijaya, ibunya adalah Indradewi atau Dara Petak seorang Putri Melayu dari Kerajaan Dhamasraya.

Kitab Pararaton menyebut Jayanegara dengan nama Kalagemet yang ditafsirkan sebagai olok-olok karena nama tersebut memiliki arti “lemah” atau “jahat”.

Memang, banyak orang di Majapahit yang tidak senang dengan naiknya Jayanegara menjadi raja. Salah satu penyebabnya adalah karena Jayanegara berdarah campuran, Jawa dan Melayu, bukan turunan murni dari Kertanagara, raja terakhir Singhasari sebelum Majapahit berdiri.

Jaya Negara juga bukan lahir dari permaisuri, melainkan dari istri selir. Padahal, sebelum menikahi Dara Petak, Raden Wijaya sudah punya empat istri yang semuanya adalah putri Kertanagara, seperti ditulis Pitono Hardjowardojo, dkk., Pararaton (1965:46). Namun, Dara Petak berhasil membujuk Raden Wijaya untuk menjadikan putranya, Jayanegara, sebagai putra mahkota.

Meskipun Jaya Negara terlahir dari seorang selir, akan tetapi karena sejak kecil ia diakui anak oleh Sri Prameswari Dyah Dewi Tribuaneswari (Permaisuri) maka kedudukan Jaya Negara berubah menjadi Putra Mahkota, apalagi Permaisuri tidak mempunyai anak laki-laki.

Pada masa Jaya Negara memerintah 1309-1328 tercatat beberapa kali terjadi pemberontakan yang diakibatkan oleh hasutan Dyah Halyuda, di antaranya Pemberontakan Mahapatih Nambi, dan Pemberontakan Ra Kuti. Semua pemberontakan pada akhirnya mampu dipadamkan Jaya Negara, Dyah Halayuda akhirya dibunuh Jaya Negara melalui tangan Gajah Mada.

Serat Pararaton menceritakan, bahwa suatu ketika Jaya Negara terkena sakit bisul, sehingga ia tidak bisa berjalan karena mengalami pembengkakan. Gajah Mada kemudian memanggil Ra Tanca ke Istana untuk mengobati penyakit Raja.

Ra Tanca mempersiapkan alat operasi yang sanggup dijadikan sebagai alat bunuh, mengingat dalam kamar Raja, Ra Tanca tidak diperkenankan membawa senjata. Ra Tanca menusukan pisau opresai (Taji) pada bagian tubuh Jaya Negara yang membengkak, namun sang Raja rupanya kebal senjata.

Maka, dengan alasan hendak mengoperasi penyakit sang Raja, Ra Tanca akhirnya minta Rajanya untuk melepaskan zimat kekebalan yang dimiliki. Jaya Negara menurutinya, sehingga Tanca bisa menusukkan pisaunya.

Usai melakukan terapi pembedahan, tiba-tiba Ra Tanca menusuk Jayanagara sampai tewas.

Ilustrasi Gajah Mada

Gajah Mada yang memergoki peristiwa pembunuhan itu, kemudian menusuk Ra Tanca, akhirnya tewas tersungkur.

Perbuatan Gajah Mada membunuh Ra Tanca tanpa pengadilan menimbulkan kecurigaan. Sejarawan Slamet Muljana menyimpulkan kalau dalang pembunuhan Jayanagara sesungguhnya adalah Gajah Mada sendiri.

Dengan demikian, Gajah Mada telah berhasil menyelamatkan Dyah Wiyat dari nafsu buruk Jayanagara tanpa harus mengotori tangannya dengan darah Raja tersebut.

Dalam Pararaton disebutkan, saat itu Gajah Mada sedang menjabat sebagai Patih Daha, Rajanya adalah Dyah Wiyat. Maka, ia lebih dekat dengan Dyah Wiyat. Ada dugaan Gajah Mada sengaja memancing amarah Tanca dengan pura-pura tidak peduli supaya Tanca sendiri yang mengambil tindakan. Tanca membunuh raja, kemudian langsung dibunuh oleh Gajah Mada untuk menghilangkan jejak.

Seorang peneliti sejarah asal Belanda, N.J. Krom, dalam Hindoe-Javaansche Geschiedenis, meyakini bahwa Gajah Mada adalah otak pembunuhan itu.

Dikutip dari Parakitri Simbolon (2006) dalam Menjadi Indonesia, Krom meyakini bahwa Gajah Mada menyimpan dendam terhadap Jayanegara lantaran telah berbuat tidak senonoh terhadap istrinya. Gajah Mada memperalat Ra Tanca yang juga tabib istana untuk membunuh sang raja.

Buku Nagarakertagama dan Tafsir Sejarahnya karya Slamet Muljana (1979) mendukung versi ini, meskipun Muljana juga memaparkan versi lainnya. Dituliskan, Gajah Mada pada hakikatnya tidak suka pada terhadap Jayanegara dan menggunakan Ra Tanca sebagai alat untuk mengakhiri nyawa raja yang bertabiat buruk itu.

Pararaton seperti dikutip Muljana juga mengungkapkan, Gajah Mada sudah bersiap di kamar raja tanpa diketahui Ra Tanca. Sesaat setelah Jayanegara ditikam, Gajah Mada mendadak muncul dan segera membunuh Ra Tanca.

Muljana menulis, meski ada di tempat kejadian perkara, nama Gajah Mada tetap bersih, bahkan ia disebut sebagai pahlawan. “Demikianlah rahasia itu tertutup. Orang ramai hanya tahu Gajah Mada membalaskan kematian sang prabu dan menusuk Tanca sampai mati.”

Earl Drake dalam Gayatri Rajapatni: Perempuan Di Balik Kejayaan Majapahit (2012:96-97) punya kesimpulan, pembunuhan Jayanegara merupakan konspirasi Gayatri bersama Gajah Mada. Gayatri adalah ibu Tribhuwana Tunggadewi dan Sri Rajadewi atau salah satu istri Raden Wijaya sebelum menikahi Dara Petak, ibu Jayanegara.

Sumber: Okezone.com

Kata kunci: kota JambiProvinsi Jambi
Berita sebelumnya

Akankah THR 2021 Dicicil Lagi? Ini Kata Kemnaker

Berita selanjutnya

Cek Alat Pemadam, Sekda: Satgas Komitmen Cegah Karhutla Diwilayah Tanjab Timur

Berita Terkait

625 Tahun Tanah Pilih Pusako Betuah, Jambi Business Center Berkomitmen Dukung Kemajuan Kota

625 Tahun Tanah Pilih Pusako Betuah, Jambi Business Center Berkomitmen Dukung Kemajuan Kota

17/05/2026

Ketua DPRD Kota Jambi Sambut Massa Demo dengan Dialog

01/09/2025

Sebaran Bedah Rumah Pro Jambi 2025 Sesuai Usulan, PUPR Jambi: IPM Masyarakat Kerinci-Sungai Penuh Terbilang Tinggi 

07/08/2025

Zakat Fitrah Kota Jambi Tahun 2025: Besaran dan Cara Pembayaran

17/03/2025
Resmi Pimpin Kota Jambi Langsung Bagi Tugas; Wako Maulana Ikuti Retret, Wawako Diza Pimpin Apel ASN/foto/adv

Resmi Pimpin Kota Jambi Langsung Bagi Tugas; Wako Maulana Ikuti Retret, Wawako Diza Pimpin Apel ASN

20/02/2025
Dinyatakan Penuhi Syarat, Maulana-Diza Siap Ikuti Proses Pelantikan/foto/adv

Dinyatakan Penuhi Syarat, Maulana-Diza Siap Ikuti Proses Pelantikan

16/02/2025
Budi Setiawan, Calon Walikota Jambi 2024

Kader Golkar Kota Jambi Dukung Penuh Budi Setiawan di Pilwako Jambi 2024

06/08/2024

Sekretaris LAM Kota Jambi Harap Pemkot Jambi Tegas Terapkan Perda Penutupan Lokalisasi Payo Sigadung ‘Pucuk’

14/05/2024
Parkir liar di kota Jambi (foto: alan-ampar)

Maraknya Parkir Liar di Kota Jambi, Masyarakat Minta Aparat Berwenang Menertibkan

09/05/2024
Yulfi Alfikri Noer S.IP., M.AP, Tenaga Ahli Gubernur Bidang Sumber Daya Manusia (Foto: dok.pribadi)

Gubernur Al Haris: Memimpin Jambi Menuju Keberlanjutan Gambut Nasional

08/05/2024
Berita selanjutnya

Cek Alat Pemadam, Sekda: Satgas Komitmen Cegah Karhutla Diwilayah Tanjab Timur

Bedul Sang Kandidat Kuat Walhi Jambi?

Lagi Viral Ustaz Gondrong Bisa Gandakan Uang, Kok Bisa 

Putusan MK Hari Ini, Al Haris di Merangin dan Tetap Ngantor

Meresahkan, Satpol-PP Amankan Anak Punk di Pasar Sengeti Asalnya Dari Tanjabbar

TERHANGAT

Lirik Lagu Bintang - Anima Band/ (Foto: Cuplikan layar Youtube @AnimaBandOfficialAnima)

Lirik Lagu Bintang – Anima Band

04/02/2024

Langkah Nyata Pertamina EP Terhadap Penyelesaian Isu Tanah di Kota Jambi

New Honda BeAT, Always BeAT for You

New Honda Vario 125 dengan Penyegaran Warna Baru telah Hadir di Jambi

Viral Video Syur Mirip Gisel, Tagar Cowonya Ikut Trending di Twitter

Mobilitas Makin Praktis Tanpa Perlu Isi Bensin, Kenali Teknologi Honda CUV e:

Skandal Anggaran DPRD Merangin Rp19,55 Miliar, Kejati Jambi Tetapkan 6 Tersangka

Bacaan Sholat Jenazah Latin Lengkap Beserta Tata Caranya

Tempat Nongkrong Baru di Jambi, Jati Coffee Hadirkan Suasana Hangat untuk Semua Kalangan

Susunan Bacaan Ziarah Kubur Lengkap Arab, Latin dan Terjemahan, Cocok untuk Nyekar di Hari Jumat

Berita Media Online

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.

INFORMASI

  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

MEDIA SOSIAL

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.