AMPAR.ID, JAMBI — Ruang-ruang kelas di SMKN 2 Kota Jambi mendadak riuh oleh aktivitas yang berbeda dari biasanya pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah kali ini. Bukan oleh kegiatan belajar-mengajar, melainkan oleh deru gotong royong para guru dan tenaga kependidikan yang sibuk menyiapkan pemotongan hewan kurban.
Tahun ini, sekolah menengah kejuruan tersebut menyembelih empat ekor sapi. Menariknya, hewan-hewan kurban ini bukan sumbangan dari donatur tunggal, melainkan buah dari konsistensi dan keikhlasan para guru serta staf sekolah yang menyisihkan sebagian rezeki mereka sejak setahun lalu. Melalui sistem tabungan bersama yang dikumpulkan saban bulan, niat untuk berbagi dengan sesama akhirnya tunai.
Kepala SMKN 2 Kota Jambi, Woro Handayani, mengungkapkan bahwa agenda ini sengaja dirancang bukan sekadar sebagai rutinitas seremonial tahunan, melainkan sebagai medium untuk merawat nilai-nilai kepedulian di lingkungan pendidikan.
“Semua ini berasal dari para guru dan tenaga kependidikan yang menabung sejak tahun lalu. Ini menjadi bukti nyata bahwa semangat berbagi dan kebersamaan di lingkungan sekolah kami sangat kuat,” ujar Woro.
Setelah proses penyembelihan selesai, paket-paket daging kurban tersebut langsung didistribusikan kepada warga yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah. Langkah ini diambil agar keberadaan SMKN 2 Kota Jambi dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat terdekat, terutama mereka yang membutuhkan.
“Kami berharap kegiatan ini membawa berkah bagi semuanya dan semakin mempererat hubungan baik antara sekolah dengan masyarakat sekitar,” tambah Woro.
Inisiatif dari para pahlawan tanpa tanda jasa ini pun memanen respons positif dari warga setempat. Kehadiran paket kurban di tengah situasi ekonomi saat ini dinilai sangat membantu dapur masyarakat tetap mengepul di hari raya. Di sisi lain, aksi ini juga dinilai berhasil memberikan keteladanan konkret bagi para siswa mengenai pentingnya kepekaan sosial dan nilai-nilai religius yang diwujudkan dalam tindakan nyata.
Sebagai salah satu sekolah unggulan di Provinsi Jambi, SMKN 2 Kota Jambi tampaknya ingin menunjukkan bahwa fungsi lembaga pendidikan tak melulu soal mencetak prestasi akademik di dalam kelas, melainkan juga tentang bagaimana membangun jembatan solidaritas yang berdampak langsung bagi lingkungan di luar pagar sekolah.






