• Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Aktual dan Terkini
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
Berita Terbaru
  • NEWS
  • POLITIK
  • EKBIS
  • HUKUM
  • OPINI
  • TREND
  • JAMBI
  • BENGKULU
  • SUMSEL
  • JATIM
  • LAMPUNG
  • Lainnya..

10 Tahun Merawat Cinta, Beratnya Menghadapi Godaan Orang Ketiga

10/05/2020
PostTweetSend
Dibaca 107

 __________

Ampar.id, Jambi – Jika anda memiliki sebatang pohon hias yang harganya milyaran, katakanlah Juliet Rose yang harganya 200 M, apa yang akan anda lakukan?. Merawatnya! Yes, pasti itu yang akan dilakukan. Merawatnya dengan segenap jiwa dan raga. Siang dan malam. Apakah mudah? Belum tentu. Dipastikan banyak suka, duka, kendala, halangan, dan rintangan yang dihadapi.

Mungkin tidak terlalu pas. Tapi, paling tidak itulah analogi yang dapat menggambarkan bagaimana merawat ‘tanaman hias’ perkawinan kita. Pohon hias yang tentunya harganya lebih dari milyaran rupiah tersebut. Benih cinta yang ditumbuhkan oleh Allah di antara suami dan isteri tidak ‘sim salabim’ jadi besar dan berseri. Ia disemai, disirami, dijaga, dirawat, dipelihara, didoakan, dan sebagainya. Semua harus melalui proses yang panjang hingga ia tumbuh dan bersemi.

Sesungguhnya proses inilah yang memakan waktu. Hari ini, (7 April 2020) saya sangat bersyukur telah Allah beri kesempatan untuk menjalani 10 tahun proses merawat ‘pohon hias’ perkawinan kami. Hari ini sepuluh tahun silam saya ikrarkan janji suci kepada Allah untuk melekatkan mahkota cinta pada hati seorang gadis pujaan jiwa. Ijab dan kobul menghalalkan langkah untuk melahirkan keturunan soleh dan solehah. In sya Allah.

Alhamdulillah, saat ini telah Allah titipkan dua orang buah hati yang ganteng-ganteng. Dua orang penyejuk hati penerus generasi Islam, amin; Ghazwan Zaid Arfa dan Ghazali Zayyan Arief.

Waktu 10 tahun berlalu boleh jadi adalah waktu yang singkat untuk sebuah perjalanan kehidupan manusia. Tapi, adalah waktu yang berharga dalam sebuah kebersamaan untuk merawat ‘pahit mahungnya’ kehidupan. Pertengkaran, perbedaan pendapat, tangis dan  amarah adalah bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan itu. Entah berapa banyak air mata yang tumpah. Tapi, ternyata semua itu dengan kadar yang sepantasnya, telah menjadi ‘pupuk’ pohon cinta kami berdua.

Bacajuga

BNPT-FKPT Jambi Ajak Milenial Sosialisasikan Pencegahan Terorisme

Cara Membuat Teks Bergerak di Instagram Stories, Lihat Disini

Kamu Punya Pacar Mesum, Perlukah Ditinggalkan? Ini Kata Psikolog

Menilik Esensi Peringatan Hari Nusantara

Sebagai ‘kepala’ tukang kebunnya, tentu saya adalah orang yang paling bertanggungjawab terhadap keberlangsungan hidup ‘pohon cinta’ ini. Tanggungjawab yang harus dipertanggungjawabkan hingga akhirat. Jadi, jika ada yang salah dalam merawatnya, sayalah yang patut dipersalahkan. Sayalah yang tidak becus. Sayalah yang kurang pandai. Sayalah yang lalai. Semua pasti salah saya. Maafkan saya, wahai isteri tercinta dan anak-anak tersayang.

Saya menyadari semua itu memang tidak mudah. Belum lagi beratnya menghadapi godaan ‘orang’ ketiga yang selalu hadir. Ya, pihak ketiga yang selalu berperan dalam sedikit apa pun pertengkaran yang terjadi. Ia selalu membesarkan hal-hal yang kecil. Menjadikan rumit hal-hal mudah. Membuat api-api kecil menjadi membara. Mengadu domba, merasuk dari berbagai penjuru. Pokoknya dia tidak ingin melihat kami bahagia. Ia ingin keluarga ini pecah bercerai berai. Ia ingin kami bertengkar setiap saat. Targetnya jelas, menghancurkan rumah tangga kami. ‘Orang’ ketiga itu bernama Dasim!

Siapa Dasim? Ia adalah balatentara iblis yang memiliki keahlian di bidang menghancurkan perkawinan. Mengenai profil lengkap Dasim, silahkan telusuri di berbagai literatur yang ada. Pokoknya, jahat bangatlah. Waspada!

Saat ini, waktu 10 tahun telah terlewati dan entah sampai kapan Allah beri kesempatan untuk melanjutkan kehidupan di dunia ini. Kematian di antara kita pasti akan datang. Namun yakinlah hakikatnya perkawainan itu tidak dipisahkan oleh kematian.

Jika begitu, numpang berpesan, ada yang salah dengan doa yang diucapkan tamu undangan pada saat menghadiri resepsi pernikahan selama ini. “Sampai maut memisahkan, ya”. Atau yang lebih miris lagi ada yang mendoakan “sampai nenek kakek, ya”. Jika ucapan itu adalah doa, dan doa itu dikabulkan Allah, jangan salah ada nenek dan kakek bercerai. Karena banyak yang mendoakan cuma sampai di situ. Ayo, ganti ucapan. “sampai ke surga Allah bersama, ya”

Ingat, kematian tidak akan menghancurkan bangunan perkawinan atau membunuh ‘pohon cinta’ yang dirawat. Ia akan dipelihara sampai surga Allah. Perceraianlah yang akan membuat ‘pohon’nya mati atau yang menghancurkan bangunan perkawainan itu menjadi berkeping-keping. Sekali lagi, kematian bukan pemisah.

Kematian biarlah urusan-Nya. Urusan saya saat ini adalah tetap memelihara sisa kehidupan ini untuk merawat pohon cinta yang dianugerahkan-Nya. Ibarat berlayar, badai belum kan usai, ombak akan terus menghempas bahtera yang kami dayung bersama. Pohon cinta ini akan terus dirawat. Jangan sampai ia kekurangan air, atau diganggu hama hingga ia sakit dan mati. Dasim harus terus dilawan!

Akhirnya, bersyukur kepada Allah atas anugerah 10 tahun melewati pahit manisnya perkawinan ini. Sungguh, tanpa izin Allah pernikahan ini tidak akan sampai pada titik ini. Terima kasih kepada isteri dan anak-anak yang telah bersama dalam suka dan duka. Mari sama-sama berdoa semoga kelak Allah kumpulkan kita di Surga Firdaus-Nya. I love you, isteriku, Wella Sandria. Selamat ulang tahun dan Happy wedding anniversary ke-10. Muaaah.

Suami dan ayah yang berjuang dan sedang berproses menjadi yang terbaik.

Artikel ini telah tayang sebelumnya, Sumber: Yaqin.id

Kata kunci: cintaMilinial
Berita sebelumnya

Satu Hati, Yayasan AHM Donasi Ribuan APD untuk Tenaga Medis

Berita selanjutnya

Melawan Kesombongan dan Keangkuhan Diri

Berita Terkait

BNPT-FKPT Jambi Ajak Milenial Sosialisasikan Pencegahan Terorisme/ AMPAR

BNPT-FKPT Jambi Ajak Milenial Sosialisasikan Pencegahan Terorisme

20/10/2022
doc/ist.net

Cara Membuat Teks Bergerak di Instagram Stories, Lihat Disini

14/02/2021
ilustrasi/ist.net

Kamu Punya Pacar Mesum, Perlukah Ditinggalkan? Ini Kata Psikolog

31/01/2021

Menilik Esensi Peringatan Hari Nusantara

13/12/2020

Nyaris Semua Kalangan Dukung Romi – Robyy Termasuk Milenial

13/10/2020
Berita selanjutnya

Melawan Kesombongan dan Keangkuhan Diri

Danrem Dampingi Gubernur Bagikan Sembako Untuk Warga Terdampak Banjir

Mantan Panglima TNI Wafat, Korem Jambi Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Lamban Salurkan Bansos COVID-19, HMI Jambi Kritik Keras Kinerja Pemprov

Lagi, Positif CORONA Jambi Bertambah 2 Orang Total 64 Orang

TERHANGAT

Lirik Lagu Bintang - Anima Band/ (Foto: Cuplikan layar Youtube @AnimaBandOfficialAnima)

Lirik Lagu Bintang – Anima Band

04/02/2024

Ahli Waris Ketua RT Terima Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan

HKI Percepat Pembangunan Jalan Tol Betung-Jambi Seksi 1A, Progress Konstruksi Capai 69%

Penyaluran BLT DD Desa Sumber Makmur Tahun 2026 Tahap 3

Langkah Nyata Pertamina EP Terhadap Penyelesaian Isu Tanah di Kota Jambi

Viral Video Syur Mirip Gisel, Tagar Cowonya Ikut Trending di Twitter

New Honda Vario 125 dengan Penyegaran Warna Baru telah Hadir di Jambi

Mobilitas Makin Praktis Tanpa Perlu Isi Bensin, Kenali Teknologi Honda CUV e:

Honda ST125 Dax Tampil Makin Ikonik dengan Warna Baru

New Honda BeAT, Always BeAT for You

Berita Media Online

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.

INFORMASI

  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

MEDIA SOSIAL

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.