• Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Aktual dan Terkini
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
Berita Terbaru
  • NEWS
  • POLITIK
  • EKBIS
  • HUKUM
  • OPINI
  • TREND
  • JAMBI
  • BENGKULU
  • SUMSEL
  • JATIM
  • LAMPUNG
  • Lainnya..

Kisah Sunan Bonang Temukan Kitab Sultan Minangkabau yang Tenggelam di Laut

07/05/2021
Sunan Bonang.(Foto:Istimewa)

Sunan Bonang.(Foto:Istimewa)

PostTweetSend
Dibaca 213

AMPAR.ID – DI MASYARAKAT Lasem, Kabupaten Rembang, terdapat cerita lesan atau cerita tutur tentang Sunan Jejeruk atau Sultan Jejeruk. Kisah ini juga diceritakan di buku “Dongeng Rakyat Kab. Rembang” ditulis oleh Kusaeri, YS.

Nama asli dari Sunan Jejeruk adalah Raden Abdur Rachman, dikenal juga dengan nama Sultan Machmud Minangkabau, raja dari kerajaan Minangkabau.

Ketika ayahnya wafat, Sultan Machmud mendapat warisan sebuah kitab, tetapi sayangnya tidak dapat mengartikan kitab itu. Untuk itu lalu pergi ke daerah Arab yang dapat menerangkan maksud dari kitab itu, tetapi sia-sia.

Kebetulan ada seorang pengail yang mengetahui bahwa di tanah Jawa ada seorang pengail yang mengatakan bahwa di tanah Jawa ada ulama yang sangat alim, tentang hal tersebut disampaikan kepada Patih. Oleh Patih hal tersebut disampaikan kepada Sang Raja. Raja sangat bergembira memutuskan untuk pergi ke tanah Jawa untuk menemui kiai yang dimaksudkan.

Dengan perbekalan yang cukup, berangkatlah Sultan Machmud bersama Patihnya dengan menumpang sebuah perahu besar.

“Sayang, ditengah perjalanan datanglah angin kencang yang mengakibatkan perahu tersebut karam (dalam bahasa Jawa “Karem Kemambang”) dan di daerah tersebut dinamakan daerah Rembang. Semua perbekalan dan kitab beliau hilang ke dasar laut,”kata Abdullah Hamid, penggiat sejarah Lasem.

Bacajuga

Bacaan Niat Puasa Ramadan 1 Bulan Penuh Lengkap dengan Artinya

Candi Solok Sipin Disebut Memiliki Kesamaan dengan Candi Muarojambi, Kok Bisa

Benarkah Setiap Malam Jumat Ahli Kubur Pulang ke Rumah Menangis Minta Didoakan? Buya Yahya Menjawab

Jelang Maulid Nabi, Inilah Minuman Favorit Nabi Muhammad SAW Menurut Buya Yahya

Sultan Machmud sangat bersedih karena kitabnya telah hilang. Dengan hati susah, ia memutuskan untuk kembali ke kerajaan. Namun, Patih tidak menyetujuinya.Akhirnya perjalanan diteruskan hingga dapat menemui sang Kiai.

Di hadapan Sunan Bonang, Sultan Machmud mengenalkan diri, maksud dan kedatangannya serta musibah yang menimpanya. Tiba-tiba Sunan Bonang mengeluarkan sesuatu dari sakunya, dan menanyakan apakah ini kitab yang dimaksud.

“Setelah diteliti, ternyata benar itulah kitab sang Raja. Seketika itu Sultan Machmud melepas baju dan pangkat kesultanannya, sujud (sungkem) dihadapan S. Bonang tetapi hal itu dapat dicegah,”ucapnya.

Sunan Bonang mulai membaca dan menerangkan semua isi yang terkandung dalam kitab tadi. Isi kitab itu difahami oleh sang Raja.

Setelah semua difahami, Sultan lalu memerintahkan kepada sang Patih untuk kembali ke Minangkabau dengan sebuah pesan , Sultan Machmud akan menetap ke tanah Jawa di Bonang.

Selain itu memberi kebebasan kepada sang putri ratu (Istri) untuk memilih tetap tinggal di keratin atau menyusul ke tanah Jawa. Juga menyerahkan tahta kerajaan kepada adik baginda raja, untuk memegang pusat pemerintahan Minangkabau.

Karena kesetiaan istri kepada suami, maka menyusul ke tanah Jawa walau harus melepaskan tahta kerajaan. Akhirnya, beliau Sultan Machmud dan istrinya menjadi murid Sunan Bonang yang wafat di bumi Bonang dan dikenal dengan nama Sunan Jejeruk.

Sumber: Okezone

Kata kunci: IslamiKisah Sunan BonangReligiSahabatSahabat IslamiSejarahSunan Bonangwaliyullah
Berita sebelumnya

Jenderal Intel Kopassus Asal Jambi, Track Record-nya Tak Diragukan Lagi

Berita selanjutnya

Gegar Kerajaan Astinapura

Berita Terkait

Ilustrasi muslimah sedang membaca Doa/ (Sumber Foto: Thirdman on Pexels)

Bacaan Niat Puasa Ramadan 1 Bulan Penuh Lengkap dengan Artinya

11/03/2024
Candi Solok Sipin, di Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipi, Kota Jambi/ AMPAR

Candi Solok Sipin Disebut Memiliki Kesamaan dengan Candi Muarojambi, Kok Bisa

07/11/2022
Buya Yahya memaparkan perihal keyakinan masyarakat akan ahli kubur yang pulang ke rumah malam malam jumat menangis meminta didoakan. /Tangkapan layar YouTube Al-Bahjah TV, Sumber: Kabarbanten

Benarkah Setiap Malam Jumat Ahli Kubur Pulang ke Rumah Menangis Minta Didoakan? Buya Yahya Menjawab

21/10/2021
Buya Yahya ungkap minuman favorit Nabi Muhammad SAW. /Tangkap layar kanal YouTube Al-Bahjah TV

Jelang Maulid Nabi, Inilah Minuman Favorit Nabi Muhammad SAW Menurut Buya Yahya

19/10/2021
Pengumuman Fatwa MUI Sulsel: Game Online Higgs Domino Haram untuk Dimainkan, Foto: Datut Rakash, Ampar.id (11/10/2021)

Pengumuman Fatwa MUI Sulsel: Game Online Higgs Domino Haram untuk Dimainkan

11/10/2021

Lomba Tahfiz & Dai Perebutkan Piala Vanezar Group, Ustadz Vanezar: Untuk Menciptakan Tahfiz Muda di Jambi

11/09/2021

Buka Bersama Puasa Sunnah Jambi, Ustadz Vanezar: Syarat Masuk Syurga iyalah Sholat Subuh Berjema’ah

09/09/2021

Peresmian Rumah Tahfiz di Desa Tumang Siak Riau, Bekerja Sama dengan Vanezar Group Jambi

27/08/2021

Sejarah dan Makna 1 Muharram Bagi Umat Islam

09/08/2021

Kisah Sahabat Nabi: Umar bin Khattab, Awalnya Benci Lalu Membela Islam

09/08/2021
Berita selanjutnya

Gegar Kerajaan Astinapura

Ilustrasi berdoa.
(Foto:Istimewa)

Jumat Terakhir Ramadhan, Jangan Terlewat Raih Pahala, Amalkan Bacaan Dzikir, Doa, serta Al Kahfi

Pos Penyekatan Efektif, Volume Kendaraan Jakarta-Jawa Turun 53 Persen

Tips Riding Saat Hari Raya

Wacana Pembangunan RS Covid-19 di Muarojambi, Bupati Masnah Suport

TERHANGAT

Lirik Lagu Bintang - Anima Band/ (Foto: Cuplikan layar Youtube @AnimaBandOfficialAnima)

Lirik Lagu Bintang – Anima Band

04/02/2024

Ahli Waris Ketua RT Terima Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan

8.190 PPPK Jember Diperpanjang, Gus Fawait Siapkan Alih Status

HKI Percepat Pembangunan Jalan Tol Betung-Jambi Seksi 1A, Progress Konstruksi Capai 69%

KPM Terima BLT DD, Bukti Nyata Kepedulian Pemdes Bandar Jaya

Penyaluran BLT DD Desa Sumber Makmur Tahun 2026 Tahap 3

Viral Video Syur Mirip Gisel, Tagar Cowonya Ikut Trending di Twitter

New Honda Vario 125 dengan Penyegaran Warna Baru telah Hadir di Jambi

Mobilitas Makin Praktis Tanpa Perlu Isi Bensin, Kenali Teknologi Honda CUV e:

Honda ST125 Dax Tampil Makin Ikonik dengan Warna Baru

Berita Media Online

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.

INFORMASI

  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

MEDIA SOSIAL

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.