AMPAR.ID, Jambi – Terkait kasus dugaan perencanaan pembunuhan atas nama Husnan (31), warga Desa Bukit, Kecamatan Pelawan, Kabupaten Sarolangun.

Sebelumnya, Kronologi kejadian penyerangan percobaan pembunuhan terjadi pada tanggal 23 Desember 2019. TKP di Warung sarapan pagi milik Siti Patimah, Desa Bukit, Kecamatan Pelawan, Kabupaten Sarolangun yang tidak jauh dari Polres Sarolangun.
Sebelum kejadian korban bersama 3 rekannya atas nama Amri, M.Zuhur dan Husnul berencana mendatangi Polres Sarolangun, karena pada paginya Wakapolres saat itu nenelpon minta ketemu di Polres Sarolangun. Karena pada tanggal 23 Desember 2019 tersebut kami (korban) berencana demo di Polres Sarolangun terkait lambannya proses penegakan hukum terkait dugaan korupsi yang telah resmi dilaporkan di Polres Sarolangun.
Kejadian terjadi sekira pukul 10.00 WIB (pagi), ditempat kejadian juga disaksikan oleh 4 orang Anggota Polres dan Polsek Pelawan Singkut yang diduga pada saat itu berdinas mengawal akan adanya demo tersebut.
Pelaku penusukan tersebut dilakukan adik kandung kepala Desa Bukit atas nama Muhtar, anak kandung Kades Bukit atas nama Riko dan puluhan keluarga dan diduga orang suruhan Kades Bukit Ibnu kasir.
Kendaraan yg digunakan saat itu adalah kendaraan roda empat yaitu mobil Terios dan mobil carry warna hitam dan motor KLX milik kades bukit .dan beberapa kendaraan diduga milik keluarga kades bukit Ibnu kasir.
Di aksi sebelumnya juga, sudah terjadi aksi pengancaman, perampasan atribut, aksi demo yg diduga dilakukan langsung turut serta waktu itu kades bukit Ibnu kasir, salah satu mantan anggota DPRD Sarolangun inisial (AL) dengan tujuan supaya kami (korban) tidak aksi di Kejari Sarolangun.
Bahkan kasus tersebut juga sudah di laporkan ke Polres Sarolangun. Sampai saat ini belum ada kejelasannya.
“Kami (korban) mempertanyakan keseriusan Kapolres Sarolangun dalam kasus pidana percobaan pembunuhan ini dan beberapa kasus dugaan korupsi yg sudah dilaporkan masyarakat secara resmi ke polres Sarolangun.”papar korban belum lama ini
“jika tidak becus kami (korban) minta pihak Mabes Polri dan Polda Jambi mencopot Kapolres, Kasat dan Kanit yg diduga tidak independen dan profesional dalam penegakan hukum”, tambahnya
“Harapan kita (korban) Polisi segera menangkap para pelaku dan otak pelakunya. Biar ada kepastian hukum.”tegas korban
Terkait hal tersebut, media ini berusaha menghubungi Kapolres Sarolangun AKBP Sugeng Wahyudiyono, pada Jum’at 16 Juli 2021, lewat sambungan telepon seluler nya namun, tidak ada jawaban dan pesan singkat WhatsApp tidak digubris (pesan terkirim dibaca namun tidak dibalas.red).
(Datut Rakash)
















