Oleh: Maya Yuliana
AMPAR.ID – Vaksin adalah produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme yang sudah mati atau masih hidup yang dilemahkan. Vaksinasi adalah proses di dalam tubuh, dimana seseorang menjadi kebal atau terlindungi dari suatu penyakit sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut maka tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan, Biasanya dengan pemberian vaksin. Mekanisme kerja vaksin ini sendiri akan merangsang kekebalan tubuh seseorang.
Coronavirus disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (Sars-Cov-2). Sars-Cov-2 merupakan coronavirus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia.
Baca juga: Viral, Sayembara Tangkap Maling Berhadiah Buntut dari Keresahan Warga
Berdasarkan uraian tersebut diatas maka Maya Yuliana yang merupakan mahasiswa STIKES Harapan Ibu Jambi tertarik untuk mengetahui korelasi pengetahuan terhadap minat masyarakat untuk vaksinasi COVID-19 di kabupaten Kerinci Jambi.
Penelitian dilakukan dengan pemberian kusionerer melalui googleform yang disebar di Kabupaten kerinci dengan target sampel uji sebanyak 400 responden, hasil yang didapat disajikan ditabulasikan dan dideskripsikan, dan data diuji secara statistic.
Proses penelitian ini dilakukan dibawah bimbingan Ibu apt. Yulianis, M.Farm dan Bapak apt. Rizky Yulion Putra, M.Farm.
Dari hasil penelitian pengetahuan masyarakat terhadap vaksinasi COVID-19 di kabupaten Kerinci Jambi sudah tinggi sebanyak 387 orang (96,75%) mengetahui vaksin COVID-19 dan untuk minat masyarakat terhadap vaksinasi COVID-19 pada kategori cukup berminat yang paling tinggi untuk mengikuti vaksinasi COVID-19 yaitu sebanyak 294 orang (73,5%) untuk korelasi pengetahuan terhadap minat masyarakat untuk melakukan vaksinasi COVID-19 di kabupaten Kerinci Jambi diperoleh tingkat kekuatan hubungannya lemah antara pengetahuan terhadap minat dikarenakan pengetahuan setiap individu berbeda-beda dan untuk tingkat kekuatan hubungannya lemah antara pengetahuan dan minat.
Baca Juga: 6 Warga Asahan Sembuh dari Covid-19, Kini Kasus Nol
Karena orang yang berpendidikan belum tentu memiliki minat untuk vaksinasi dan begitupun sebaliknya dengan orang yang berpengetahuan, mereka walaupun memiliki pengetahuan yang tinggi hal itu tidak berdampak besar akan minat mereka untuk melakukan vaksin seperti mana yang dapat kita lihat sehari-hari terhadap orang orang disekitar kita.
Peneliti sekaligus penulis artikel ini berharap hasil atau data yang diperoleh dalam penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh peneliti selanjutnya untuk mengkaji pengetahuan terhadap minat untuk vaksinasi COVID-19 dalam parameter yang berbeda.Serta menambah informasi untuk kalangan dunia kesehatan lainnya. (*san)
(Penulis: Maya Yuliana, Mahasiswi jurusan Farmasi STIKES HARAPAN IBU JAMBI)
















