AMPAR.ID, JAMBI – Kebakaram Hutan dan Lahan (Karhutla) masih saja terjadi di wilayah Provinsi Jambi. Tercatat saat ini ada 759 titik api atau hotspot terpantau, sementara itu, ada 62 hektare lahan lebih yang telah terbakar.
Hal ini terungkap saat penyelenggaraan Apel Siaga Karhutlah di Lapangan Makorem 042 Gapu, Jumat (10/6). Kegiatan ini langsung dipimpin oleh Gubernur Jambi Al Haris.
“Hari ini kami telah melaksanakan apel siaga terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan di provinsi Jambi,” kata Haris.
BACA JUGA: Kasus Korupsi Lahan Rusun, Bareskrim Amankan Aset Senilai Rp 700 Miliar
Diketahui sampai hari ini, luas lahan di Jambi yang terbakar sudah 62 hektar lebih.
“Ini pertanda bahwa potensi-potensi kita untuk titik tertentu masih rawan kebakaran, maka kita perlu antisipasi dini, jangan sampai nanti terbakarnya meluas, kita belum menaikan status siaga,” ungkap Haris.
Mulai hari ini pemerintah provinsi Jambi berlakukan status darurat siaga karhutla di provinsi Jambi dan Al Haris ditunjuk sebagai ketua satgas.
“Mudah-mudahan dengan koordinasi, kita semua kolaborasi dan saling sinergi, dan mampu meredam mencegah dini agar tidak ada lagi hutan dan lahan yang akan terjadi,” ujar Haris.
Diketahui, sebanyak 759 hotspot di Jambi sampai hari ini berpotensi besar.
“Ya yang intinya yang lahannya masih luas seperti Muaro Jambi , Tanjab Timur ada gambutnya, Tanjab barat, Merangin, Batanghari, saya kira semuanya bisa berpotensi untuk terbakar,” ungkap Haris.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah mengatakan bahwa daerah yang dianggap rawan yang sering terbakar, maka satgas provinsi Jambi melalui tim pak Danrem sebagai pelaksana harian meletakkan petugas penjaga.
(Meli/Dez)
















