AMPAR.ID, JAMBI – Mahasiswa Jambi dari berbagai kampus turun ke jalan melakukan aksi menolak keras kenaikan harga BBM subsidi. Bahkan, salah satu driver ojek online (ojol) mengaku terwakili atas aksi mahasiswa itu.
“Dari pribadi saya juga setuju atas aksi mahasiswa agar BBM diturunkan dengan harga normal. karena pribadi saya, pemerintah tidak berpikir panjang untuk menaikkan BBM tersebut. 2 tahun lalu kita udah terkena dampaknya covid-19 dan sekarang BBM naik, apakah pemerintah tidak kasian dengan rakyatnya menderita”, ujar driver ojol yang tidak mau disebutkan nama itu, Kamis (8/9) kepada ampar.id.
Menurutnya, pemerintah hanya memikirkan pribadinya sendiri.
“Dampaknya adalah semenjak BBM naik tingkat orderan semakin rendah, sikap saya terhadap pemerintah sangat kecewa karena pemerintah tidak memikirkan rakyat sendiri. Tarif ojol sebelumnya sekitar Rp7.200 ribu dan sesudah BBM naik belum ada kebijakan dari pihak Gojek dan pihak Dishub yang kerja sama dengan ojek online untuk menaikkan tarif ojek online tersebut”, jelas driver ojol.
Lebih dari itu dia berharap sebagai rakyat biasa hanya meminta turunkan lagi harga BBM seperti biasa karena membuat rakyat menderita.
BACA JUGA: Didemo, Fraksi PKS DPRD Jambi Sepakat Bersama Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga BBM
“Buat apa ada wakil rkayat disana, tetapi tidak memikirkan rakyatnya”, tegasnya.
Kemudian, supir travel jurusan Jambi-Bangko juga mengungkapkan hal yang sama. Ia mengaku sepi penumpang dan terjadi kenaikan harga tiket Rp150 ribu dari harga sebelumnya Rp120 ribu.
(Meli/ampar)















