AMPAR.ID, JAMBI – Meski tak selalu viral, berita jurnalisme yang jujur akan selalu menemukan pembacanya.
Di tengah tantangan demokrasi dan derasnya arus hoaks, jurnalis tetap konsisten di garis depan. Mereka bukan hanya penyampai kabar, tetapi pilar keempat demokrasi bangsa merdeka.
Asal anda tahu saja, Sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia tak bisa dilepaskan dari peranan pers. Media sebuah alat penyebar semangat nasionalisme dan kebangsaan.
BACA JUGA:
Mereka merupakan mata dan telinga rakyat yang kerap tak terdengar oleh kebijakan.
Meski nyatanya hari ini dunia pers sedang tidak baik-baik saja, Ribuan Jurnalis diseluruh penjuru negeri ini kesejahteraan hidupnya belum merdeka bahkan sering dipandang sebelah mata.
Seperti halnya di pelosok negeri, kita bisa menemukan jurnalis yang bekerja dalam diam, tapi memiliki peranan nyata. Ada yang mengungkap korupsi di desa, ada yang menyuarakan krisis air bersih di perkampungan sana.
BACA JUGA:
Awasi MBG, Anggota DPR RI Rocky Candra Serap Aspirasi Siswa SMA Jambi
Apa Kata Mereka Soal Peran Jurnalis Membangun Bangsa Merdeka?
Ariansyah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi yang saat ini konsen mengurusi langsung kerja sama dengan ratusan media mengungkapkan peran jurnalis dalam membangun bangsa sangat penting dan strategis.
“Jurnalis berperan sebagai pengawas kekuasaan, memastikan bahwa pemerintah dan lembaga lainnya bertindak transparan dan akuntabel,” ujarnya kepada Ampar.id, Jumat 15 Agustus 2025.
Selain itu, Kata Jubir Pemerintah Provinsi Jambi ini, Jurnalis berperan sebagai mitra strategis Pemerintah, sumber informasi yang akurat dan objektif bagi masyarakat, membantu mereka memahami isu-isu penting dan membuat keputusan yang tepat.
BACA JUGA:
“Dengan demikian, jurnalis dapat memainkan peran penting dalam membangun bangsa yang lebih baik, lebih transparan, dan lebih akuntabel,” tegasnya.
Disisi lain, Dr Dedek Kusnadi, Akademisi UIN STS Jambi mengatakan jurnalis mengammbil peran krusial memabangun bangsa merdeka.
“Memiliki peran krusial dalam menjaga transparansi, keadilan, dan keseimbangan informasi. Namun, peran pers tidak berhenti di situ. Dalam konteks akademik, pers menjadi mitra strategis dalam menyebarkan pengetahuan, mendorong kebebasan berpikir, dan memperkuat martabat demokrasi,” ujarnya.
Kata Dr Dedek Kusnadi, Sinergi antara kedua pilar ini menciptakan dinamika yang sehat dalam proses mencerdaskan kehidupan bangsa.
BACA JUGA:
“Kebebasan akademik dan kebebasan pers adalah dua pilar kekuatan bangsa yang saling melengkapi. Kebebasan akademik memungkinkan para dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk mengeksplorasi ide-ide baru, sementara kebebasan pers memastikan bahwa hasil pemikiran dan penelitian tersebut dapat diakses oleh masyarakat luas,” tegasnya.
Salah satu Jurnalis senior di Provinsi Jambi yang meyandang sertifikat utama yang dikeluarkan dewan pers, Ali Monas, mengutarakan sekilas peran pers hanyalah menyampaikan sebuah informasi kepada masyarakat. Akan tetapi, apabila dikaitkan dalam konteks negara demokrasi, pers memiliki peran yang begitu vital, tidak hanya sekadar menyampaikan informasi.
Puncak Peringatan HPN 2025 Dimulai dengan Jalan Santai hingga Ikrar Anti Korupsi
“Bagi negara penganut sistem demokrasi seperti Indonesia, pers berperan sebagai alat kontrol bagi pemerintah. Alat kontrol bagi pemerintah maksudnya adalah pers memiliki hak untuk mengkritik berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh legislatif, eksekutif, dan yudikati,” sebutnya.
BACA JUGA:
Pemprov Jambi Teken MoU dengan PetroChina, Sinergi Pembangunan Berkelanjutan
Kritik tersebut, Ungkap Ali, tertuang dalam bentuk pemberitaan atau informasi yang dikeluarkan oleh pers. Selain itu, pers juga berperan sebagai penyalur aspirasi rakyat.
“Pers melalui media massa berperan sebagai sarana komunikasi dari masyarakat ke pemerintah sehingga masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, kritik, pendapat, usul, dan saran dengan perantaraan pers,” tegasnya.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-80 tahun “bersatu berdaulat, rakyat sejahtera, Indonesia maju”.
(nda)
















