AMPAR.ID, LAMPUNG – OJK Institute (OJKI) terus berupaya meningkatkan kontribusi dalam mengembangkan industri jasa keuangan (IJK) yang sehat dan efisien. Sebagai wujud komitmen tersebut, OJKI telah menghasilkan 73 topik riset yang mencakup berbagai aspek dalam industri jasa keuangan selama tahun 2025.
“Kami di OJK Institute menjunjung tinggi integritas dan etika penelitian dalam setiap riset yang kami lakukan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa hasil riset yang kami berikan dapat menjadi dasar yang kuat dan terpercaya bagi pengambilan kebijakan,” ujar Widya Ningsih, bagian dari kelompok spesialis riset dan Widyaiswara di OJK Institute.
Dari 73 topik riset yang dihasilkan, 12 di antaranya mendapatkan perhatian khusus karena dinilai memiliki dampak signifikan terhadap pengembangan IJK. Topik-topik ini meliputi:
– Pengaruh Digitalisasi terhadap Stabilitas Sistem Keuangan
– Efektivitas Pengawasan OJK terhadap Fintech Lending
– Peran Pasar Modal dalam Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur
– Analisis Risiko Kredit pada Sektor UMKM
– Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Kinerja Industri Perbankan
– Pengembangan Produk Asuransi yang Inklusif
– Optimalisasi Tata Kelola Perusahaan di Lembaga Jasa Keuangan
– Penguatan Perlindungan Konsumen di Sektor Jasa Keuangan
– Pengembangan Sustainable Finance di Indonesia
– Peran Investasi Asing dalam Pengembangan Sektor Jasa Keuangan
– Evaluasi Implementasi Basel III di Indonesia
– Pengembangan Instrumen Keuangan Syariah yang Inovatif
Riset-riset ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi OJK dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan efektif, serta bagi pelaku industri jasa keuangan dalam meningkatkan kinerja dan daya saing.
OJK Institute berkomitmen untuk terus menghasilkan riset-riset berkualitas yang relevan dengan perkembangan terkini di sektor jasa keuangan. (ton)















