JAMBI – Kasus dugaan kekerasan seksual yang menimpa seorang remaja perempuan berinisial C (18) di Kota Jambi menjadi perhatian serius lembaga legislatif. Pasalnya, kasus yang kini ditangani Kepolisian Daerah (Polda) Jambi tersebut diduga melibatkan empat orang pelaku, dengan dua di antaranya ditengarai sebagai oknum anggota kepolisian.
Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menerima langsung pengaduan dari ibu korban, M, di Gedung DPRD Kota Jambi, Kamis (29/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, terungkap kondisi psikologis korban yang sangat mengkhawatirkan.
M mengungkapkan bahwa putrinya mengalami trauma mendalam pascakejadian. C dilaporkan terus mengurung diri di kamar dan enggan berinteraksi dengan lingkungan luar.
“Anak saya kondisinya saat ini tidak mau keluar kamar. Dia sempat curhat dengan temannya ingin mengakhiri hidupnya,” ujar M dengan nada pilu.
M menjelaskan bahwa pihaknya telah melaporkan kasus ini ke Polda Jambi sejak 6 Januari 2026. Namun, ia berharap proses hukum dapat dipercepat guna memberikan kepastian keadilan bagi buah hatinya. “Saya mohon bantuannya, saya ingin secepatnya kasus ini selesai,” harapnya.
Merespons situasi darurat tersebut, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menyatakan telah bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi.
Pemerintah melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) perlindungan anak akan segera menerjunkan tenaga profesional untuk mendampingi korban di kediamannya.
“Kami sudah berkoordinasi untuk pendalaman terkait mental korban. Nanti akan ada psikolog yang datang langsung ke rumah korban untuk membantu pemulihan traumanya,” jelas Kemas Faried.
Kemas Faried secara tegas mendorong agar aparat penegak hukum menangani kasus ini secara serius, profesional, dan transparan. Ia memberikan catatan khusus mengingat adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam kasus yang telah viral tersebut.
“Kepada Bapak Kapolda dan Bapak Kapolri, karena ini diduga melibatkan anggota dan juga warga sipil, kami harap kasus ini dikawal dan diselesaikan dengan baik. Kasus ini menjadi catatan serius karena sempat viral dan mencoreng nama baik Kota maupun Provinsi Jambi,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.
DPRD Kota Jambi berkomitmen untuk terus mengawal perkembangan kasus ini hingga tuntas, baik dari sisi penegakan hukum bagi para pelaku maupun perlindungan maksimal serta pemulihan psikis bagi korban.
















