AMPAR.ID, JAMBI – Gubernur Jambi, Al Haris, menekankan bahwa urusan kependudukan merupakan tanggung jawab kolektif yang melibatkan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga swasta. Hal ini ditegaskannya saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) 2026 di Kantor Gubernur Jambi, Rabu (8/4/2026).
Gubernur menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan untuk tidak bekerja secara parsial dalam menangani isu strategis seperti ibu hamil, menyusui, hingga pengendalian angka kependudukan.
“Strategi pembangunan keluarga ini bukan hanya tugas satu lembaga atau BKKBN saja, tapi tugas kita bersama. Kita harus memperkuat sinergi untuk menjawab tantangan kependudukan di Jambi,” ujar Al Haris.
Waspada Kenaikan Angka Stunting
Salah satu poin krusial yang disoroti Gubernur adalah kenaikan prevalensi stunting di Provinsi Jambi yang kini mencapai 17,1 persen. Al Haris meminta adanya langkah-langkah progresif dan penguatan validitas data untuk menekan angka tersebut.
“Kenaikan ini harus menjadi perhatian serius. Kita perlu memperkuat SDM dan kelembagaan agar intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan mampu menurunkan angka stunting secara signifikan,” tegasnya.
Bonus Demografi dan Tantangan Lansia
Berdasarkan data BPS tahun 2025, Jambi kini tengah menikmati masa puncak bonus demografi dengan 68,86 persen penduduk berada di usia produktif (15–64 tahun). Kondisi yang diprediksi bertahan hingga tahun 2040 ini disebut Gubernur sebagai “pedang bermata dua”.
“Jika dikelola dengan baik, ini adalah motor penggerak ekonomi. Namun, jika gagal, justru akan menjadi beban daerah,” kata Al Haris.
Di sisi lain, Gubernur juga menaruh perhatian pada kelompok lanjut usia (lansia) yang mencapai 6,03 persen dari total populasi. Ia mencermati masih adanya lansia yang hidup tidak layak. Al Haris pun mendorong kembali pengaktifan program pelayanan lansia berbasis Puskesmas untuk menjamin kesejahteraan mereka.
Fenomena Fatherless dan Angka Kematian Ibu-Anak
Masalah sosial yang tak kalah mengejutkan adalah fenomena fatherless atau hilangnya figur ayah dalam pengasuhan anak. Al Haris menyebutkan sekitar 25 persen anak di Jambi kehilangan figur ayah, yang berpotensi memicu kerawanan sosial di masa depan.
Gubernur juga memaparkan data kesehatan yang memerlukan penanganan serius:
Angka Kematian Bayi (AKB): 16,99 per 1.000 kelahiran.
Angka Kematian Ibu (AKI): 177 per 100.000 kelahiran.
Ia berharap organisasi profesi seperti Ikatan Bidan Indonesia (IBI) serta tenaga kesehatan lainnya dapat lebih maksimal dalam menekan angka-angka tersebut demi menciptakan generasi Jambi yang berkualitas.
Sebagai penutup, Al Haris mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin antara pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program Bangga Kencana adalah kunci utama dalam mewujudkan visi “Jambi Mantap” dan mendukung prioritas pembangunan nasional.
















