AMPAR.ID, JAMBI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi melaporkan performa positif perekonomian Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah pada triwulan I-2026. Berdasarkan data terbaru yang dirilis pada Selasa (5/5/2026), ekonomi Provinsi Jambi tercatat tumbuh sebesar 4,33 persen secara tahunan (year-on-year).
Kepala BPS Provinsi Jambi Aidil Adha, menyatakan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada periode ini telah mencapai Rp88,80 triliun.
Pertumbuhan signifikan terlihat pada sektor Pengadaan Listrik dan Gas yang melesat hingga 13,54 persen dari sisi produksi. Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi lembaga non-profit (PK-LNPRT) menjadi motor penggerak dengan pertumbuhan 11,36 persen.
“Struktur ekonomi kita masih didominasi oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan kontribusi sebesar 34,02 persen. Sedangkan ekspor tetap menjadi tulang punggung dari sisi pengeluaran dengan porsi mencapai 69,94 persen,” tulis rilis tersebut.
Meski demikian, secara kuartalan (quarter-to-quarter), ekonomi Jambi mengalami kontraksi sebesar 4,55 persen jika dibandingkan dengan triwulan IV-2025. Hal ini dipicu oleh penurunan di sektor Jasa Pendidikan dan melambatnya belanja pemerintah pasca-akhir tahun.
Kabar Baik dari Sektor Tenaga Kerja Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, kondisi ketenagakerjaan di Jambi menunjukkan tren perbaikan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 tercatat sebesar 3,99 persen, mengalami penurunan 0,50 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sektor penyediaan akomodasi serta makan dan minum menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan penambahan 19,38 ribu orang. Menariknya, kualitas lapangan kerja juga meningkat, di mana sebanyak 46,21 persen penduduk kini bekerja di sektor formal, naik dari tahun sebelumnya. (nda)
















