Bengkulu, Ampar.id – Kerusakan pada bagian oprit pembangunan Jembatan Air Martan di Kabupaten Seluma dinilai tidak lepas dari persoalan perencanaan yang kurang komprehensif. Penilaian ini mencuat setelah Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu melakukan inspeksi mendadak pasca amblasnya oprit yang menghubungkan Desa Rawa Indah dan Desa Pasar Seluma.
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Ir. H. Darmawansyah, M.T., menyampaikan bahwa dari hasil peninjauan awal di lapangan, terdapat indikasi ketidaksesuaian antara desain jembatan dengan karakter aliran Sungai Air Martan.
“Dari pengamatan kami, posisi bangunan jembatan tidak sepenuhnya selaras dengan arah arus sungai. Akibatnya, arus air menghantam langsung bangunan pengarah yang berada di dekat pondasi oprit,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jarak antara bangunan pengarah dan pondasi oprit turut memicu terbentuknya pusaran air saat debit sungai meningkat. Kondisi tersebut diduga mempercepat kerusakan struktur di sekitar oprit.
“Hantaman arus yang kuat merusak bangunan pengarah, sementara pusaran air di celah pondasi dan bangunan pengarah menggerus timbunan tanah hingga menyebabkan oprit amblas,” jelasnya.

Menurut Darmawansyah, dalam teori konstruksi jembatan maupun bendungan, keselarasan antara kolong jembatan dan arah aliran sungai menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan. Desain juga tidak seharusnya mempersempit alur sungai tanpa perhitungan kapasitas debit air yang memadai.
“Ketika posisi aliran tidak sejalan dengan kolong jembatan, maka risiko kerusakan akan sangat besar. Ini yang kami duga menjadi salah satu penyebab utama,” tambahnya.
Meski demikian, Komisi III tidak berhenti pada temuan tersebut. Darmawansyah menyebut pihaknya memberikan tiga rekomendasi awal. Pertama, meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit menyeluruh dan memastikan tidak ada kerugian negara. Kedua, penanganan darurat agar jembatan tetap bisa dilalui masyarakat. Ketiga, penanganan permanen berdasarkan kajian teknis yang tepat.
Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Jembatan Air Martan, Nopan, menyampaikan bahwa BPK telah turun ke lokasi untuk melakukan audit. Ia juga memastikan bahwa langkah penanganan darurat sudah dilakukan sehingga akses jembatan saat ini masih dapat digunakan oleh masyarakat.
“Perbaikan sementara sudah kami lakukan agar jembatan tetap bisa difungsikan sambil menunggu tindak lanjut hasil audit dan evaluasi teknis,” terang Nopan.(adv)
















