JAMBI, AMPAR.ID – Kondisi abrasi bantaran Sungai Batanghari di Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi kian mengkhawatirkan. Guna mengantisipasi bahaya longsor yang mengancam fasilitas umum hingga permukiman warga, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, S.E. meninjau langsung lokasi terdampak bersama Anggota Komisi V DPR RI Dapil Jambi Edi Purwanto dan Kepala BWS Sumatera VI Ferdianto.
Peninjauan lapangan tersebut difokuskan untuk mendorong penganggaran penanganan permanen melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Berdasarkan hasil tinjauan, laju abrasi telah mendekati sejumlah aset vital daerah, di antaranya Pos Pemadam Kebakaran, instalasi Perumdam, Kantor Lurah, hingga akses jalan lingkungan.
Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menegaskan bahwa percepatan pembangunan turap atau pengaman tebing merupakan hal mendesak karena menyangkut keselamatan jiwa dan keberlangsungan pelayanan publik di kawasan Danau Teluk.
“Yang kita perjuangkan hari ini adalah keselamatan masyarakat. Di kawasan ini ada Pos Damkar, instalasi air bersih, kantor pemerintahan, serta rumah warga yang setiap hari dibayangi ancaman longsor. Kami menjemput aspirasi ini agar menjadi prioritas APBN sebelum bencana terjadi,” ujar Kemas Faried.
Setidaknya ada empat titik krusial yang membutuhkan penanganan darurat, yakni kawasan Bosek, Danau Teluk, Kemingking Dalam, dan Pasir Panjang. Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto menyatakan kesiapannya untuk mengawal usulan pembangunan turap tersebut dalam pembahasan anggaran bersama pemerintah pusat demi perlindungan masyarakat di sepanjang aliran Sungai Batanghari. (adv)
















