• Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Aktual dan Terkini
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
Berita Terbaru
  • NEWS
  • POLITIK
  • EKBIS
  • HUKUM
  • OPINI
  • TREND
  • JAMBI
  • BENGKULU
  • SUMSEL
  • JATIM
  • LAMPUNG
  • Lainnya..

Bahasa Cermin Moral Bangsa

30/11/2020
PostTweetSend
Dibaca 62

Oleh: Bahren Nurdin
_(Akademisi UIN STS Jambi dan Direktur Pusat Kajian Demokrasi dan Kebangsaan)_

AMPAR.ID, Jambi – Berapa waktu lalu, saya melewati pesta pernikahan dan mendapati beberapa karangan bunga. Ada satu karangan bunga yang ‘aneh’ dan tidak biasa ucapannya. “Selamat W*k-W*k”. Bagi saya ini ‘baru’ dan tidak biasa. Maka kemudian saya mencoba mencari tahu apa itu ‘w*k-w*k’ dengan cara googling. Saya kaget alang kepalang ternyata kata tersebut adalah bahasa lain dari berhubungan suami-isteri. Wow!

Sekali lagi, wow! Bagaimana mungkin karangan bunga yang begitu formal dan dilihat oleh semua orang digunakan untuk mengumbar kata-kata ‘porno’ semacam ini? Sudah sebegitu parahkah moral bangsa ini sehingga orang sudah tidak ada lagi malu-malunya mengucapkan kata-kata yang tidak pantas untuk diucapkan? Semua orang pasti tahu bahwa karangan bunga semacam ini adalah repesentasi kehadiran pengirimnya untuk Sang Penganten.

Boleh jadi karangan bunga itu dikirim oleh seorang sahabat karib yang sudah begitu akrab. Masalahnya di mana? Ada pada konsumsi publik. Jika ucapan ini disampaikan secara pribadi menggunakan media-media privat tentu tidak akan menjadi persoalan. Tapi ketika karangan bunga ini dibaca oleh banyak orang dan dikonsumsi oleh semua kalangan dan umur, maka ia menjadi tidak baik. Tidak elok hal-hal yang berbau pornografi dipertontonkan di khalayak ramai.

Persoalan semacam ini agaknya sudah harus menjadi perhatian kita semua. Jika, bahasa itu adalah cermin moral bangsa, maka agaknya sesuatu sedang terjadi dengan moral bangsa ini. Beberapa kasus penggunaan bahasa mencuat kepermukaan. Belum lama ini ada artis yang berseteru karena penggunaan kata ‘anjay’. Dan, entah berapa banyak lagi kosa kata-kosa kata yang diubah sedemikian rupa untuk menyampaikan cercaan, makian, serapah, dan seterusnya.

Sekali lagi, sudah saatnya menjadi perhatian kita semua. Tidak dapat dibayangkan apa yang terjadi beberapa tahun mendatang jika persoalan penggunaan bahasa semacam ini tidak dijadikan isu kebangsaan. Ya, isu kebangsaan. Bangsa ini akan menjadi bangsa yang ‘kotor’ dan ‘rendah’ jika anak-anak bangsa ini terbiasa dengan bahasa-bahasa ‘mencarut’. Apa yang dapat dilakukan?

Bacajuga

625 Tahun Tanah Pilih Pusako Betuah, Jambi Business Center Berkomitmen Dukung Kemajuan Kota

Ketua DPRD Kota Jambi Sambut Massa Demo dengan Dialog

Sebaran Bedah Rumah Pro Jambi 2025 Sesuai Usulan, PUPR Jambi: IPM Masyarakat Kerinci-Sungai Penuh Terbilang Tinggi 

Zakat Fitrah Kota Jambi Tahun 2025: Besaran dan Cara Pembayaran

Pertama, menanamkan kesadaran bahwa bahasa adalah jati diri bangsa. Undang-Undang  Nomor  24 Tahun 2009  menyebutkan Bahasa Indonesia berfungsi sebagai jati diri bangsa, kebanggan nasional, sarana pemersatu berbagai suku, serta sarana komunikasi antar daerah dan antar budaya daerah. Maka sudah seharusnya kita menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan beradab agar kita bangga menjadi orang Indonesia yang santun, terhindar dari segala bentuk provokasi dan perpecahan.

Yakinlah, jika anak-anak bangsa ini menjunjung tinggi penggunaan Bahasa Indonesia yang baik maka bangsa ini pun akan mendapatkan kehormatannya di jagat raya ini. Bukankah sejak dahulu kita sudah dikenal dunia sebagai Bangsa yang santun dan ramah? Jika generasi ini sudah melupakannya, maka kesadaran ini harus dibangun kembali.

Kedua, penegakan hukum. Jika hari ini sudah disusun undang-undang informasi dan transaksi elektronik (UU ITE), maka sudah saatnya pula penegakan hukum penggunaan kata-kata melalui transaksi media offline (luar jaringan/luring). Penggunaan bahasa dengan media karangan bunga seperti kasus di atas, seharusnya sudah dapat digolongkan sebagai transaksi informasi yang menyalahi aturan hukum karena berdampak negatif terhadap khalayak ramai. Boleh jadi termasuk pada golongan pornografi dan porno-aksi.  Sekali lagi, penegakan hukum dalam penggunaan bahasa sudah seharusnya dilakukan untuk menjaga marwah bangsa ini.

Ketiga, menjaga kelestarian kearifan lokal. Bahasa merupakan salah satu warisan kearifan lokal. Saya yakin dan percaya bahwa tidak ada satu pun suku bangsa yang ada di Tanah Air ini yang menganjurkan anak keturunan mereka untuk menggunakan bahasa-bahasa yang ‘buruk’ dan ‘jorok’. Apa pun bahasa yang mereka gunakan dipastikan menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika.

Maka dari itu, penting sekali untuk menjaga dan melestarikan kearifan lokal khususnya dalam berbahasa. Dengan cara ini pula akan memaksa generasi muda saat ini untuk terbiasa menggunakan kosa kata-kosa kata yang sopan dan santun. Jika memungkinkan, hukum adat setempat harus diberlakukan jika ada masyarakat yang melanggar norma dan kesantunan dalam berbahasa di tengah umum.

Akhirnya, rasanya tidak berlebihan jika saya katakan bahwa bangsa ini sedang menghadapi kemerosotan moral. Hal ini tercermin dari kata-kata yang digunakan cenderung ‘lucah’ dan mengkibiri nilai-nilai norma dan kesantunan. Sudah seharusnya menjadi perhatian kita semua jika tidak ingin suatu saat nanti kita benar-benar kehilangan jati diri sebagai bangsa yang santun dan beradab. Kesadaran harus kita bangun, hukum karus kita tegakkan, dan budaya lokal harus kita junjung sebagai ikhtiar penyelamatan moral bangsa. Semoga#

Kata kunci: kota JambiProvinsi Jambi
Berita sebelumnya

Bupati Masnah Resmikan Pembangunan WC Rumah Sehat GAKIN di Marosebo

Berita selanjutnya

Nah, Ketok Palu APBD Jambi 2021 Ditunda Malam ini?

Berita Terkait

625 Tahun Tanah Pilih Pusako Betuah, Jambi Business Center Berkomitmen Dukung Kemajuan Kota

625 Tahun Tanah Pilih Pusako Betuah, Jambi Business Center Berkomitmen Dukung Kemajuan Kota

17/05/2026

Ketua DPRD Kota Jambi Sambut Massa Demo dengan Dialog

01/09/2025

Sebaran Bedah Rumah Pro Jambi 2025 Sesuai Usulan, PUPR Jambi: IPM Masyarakat Kerinci-Sungai Penuh Terbilang Tinggi 

07/08/2025

Zakat Fitrah Kota Jambi Tahun 2025: Besaran dan Cara Pembayaran

17/03/2025
Resmi Pimpin Kota Jambi Langsung Bagi Tugas; Wako Maulana Ikuti Retret, Wawako Diza Pimpin Apel ASN/foto/adv

Resmi Pimpin Kota Jambi Langsung Bagi Tugas; Wako Maulana Ikuti Retret, Wawako Diza Pimpin Apel ASN

20/02/2025
Dinyatakan Penuhi Syarat, Maulana-Diza Siap Ikuti Proses Pelantikan/foto/adv

Dinyatakan Penuhi Syarat, Maulana-Diza Siap Ikuti Proses Pelantikan

16/02/2025
Budi Setiawan, Calon Walikota Jambi 2024

Kader Golkar Kota Jambi Dukung Penuh Budi Setiawan di Pilwako Jambi 2024

06/08/2024

Sekretaris LAM Kota Jambi Harap Pemkot Jambi Tegas Terapkan Perda Penutupan Lokalisasi Payo Sigadung ‘Pucuk’

14/05/2024
Parkir liar di kota Jambi (foto: alan-ampar)

Maraknya Parkir Liar di Kota Jambi, Masyarakat Minta Aparat Berwenang Menertibkan

09/05/2024
Yulfi Alfikri Noer S.IP., M.AP, Tenaga Ahli Gubernur Bidang Sumber Daya Manusia (Foto: dok.pribadi)

Gubernur Al Haris: Memimpin Jambi Menuju Keberlanjutan Gambut Nasional

08/05/2024
Berita selanjutnya

Nah, Ketok Palu APBD Jambi 2021 Ditunda Malam ini?

Al Haris Ziarah ke Makam Raja Jambi Paduka Berhala

Kata Ketua DPRD Tanjabtim Insya Allah 9 Desember Suara Al Haris Terbanyak

Bersama Dinkes Tanjabar, PetroChina Gelar Pembentukan dan Pelatihan Kader Covid-19

Wacana Pemangkasan Libur Panjang Akhir Tahun 2020

TERHANGAT

Lirik Lagu Bintang - Anima Band/ (Foto: Cuplikan layar Youtube @AnimaBandOfficialAnima)

Lirik Lagu Bintang – Anima Band

04/02/2024

Ahli Waris Ketua RT Terima Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan

8.190 PPPK Jember Diperpanjang, Gus Fawait Siapkan Alih Status

HKI Percepat Pembangunan Jalan Tol Betung-Jambi Seksi 1A, Progress Konstruksi Capai 69%

KPM Terima BLT DD, Bukti Nyata Kepedulian Pemdes Bandar Jaya

Penyaluran BLT DD Desa Sumber Makmur Tahun 2026 Tahap 3

Viral Video Syur Mirip Gisel, Tagar Cowonya Ikut Trending di Twitter

New Honda Vario 125 dengan Penyegaran Warna Baru telah Hadir di Jambi

Mobilitas Makin Praktis Tanpa Perlu Isi Bensin, Kenali Teknologi Honda CUV e:

Honda ST125 Dax Tampil Makin Ikonik dengan Warna Baru

Berita Media Online

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.

INFORMASI

  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

MEDIA SOSIAL

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.