AMPAR.ID, JEMBER – Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyusun langkah pengentasan kemiskinan dengan memfokuskan intervensi di kawasan hutan dan perkebunan saat menjadi narasumber forum Kompas.com Talks di Universitas Jember.
Forum yang berlangsung di Gedung Soedjarwo itu dihadiri akademisi dan pemangku kepentingan.
Diskusi membahas strategi penanganan kemiskinan di wilayah lahan produktif yang belum tertangani optimal.
Fawait menguraikan, langkah utama yang disiapkan meliputi pemanfaatan program hutan sosial, pelibatan BUMN, serta pembenahan distribusi lahan dan kesempatan kerja di kawasan perkebunan.
“Kemiskinan di kawasan pinggir hutan dan kebun menjadi tantangan utama hari ini,” kata Gus Fawait.
Ia menyebut program hutan sosial dengan luasan puluhan ribu hektare menjadi salah satu instrumen utama untuk menekan kemiskinan ekstrem jika dikelola secara tepat.
“Jika dikelola tepat, hutan sosial bisa menekan angka kemiskinan ekstrem secara signifikan,” ujarnya.
Selain itu, Fawait mengarahkan keterlibatan BUMN seperti PTPN dan Perhutani untuk membuka akses ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan dan kebun.
“Prioritas harus diberikan kepada warga miskin ekstrem di sekitar hutan dan kebun,” ucapnya.
Ia juga mengulas pemanfaatan lahan tidur milik perusahaan sebagai ruang pengembangan ekonomi sektor informal, namun ia mengakui pemerintah daerah belum sepenuhnya dilibatkan dalam program kehutanan sosial.
“Kami berharap ada koordinasi kuat agar program tepat sasaran dan berbasis data,” katanya.
Gus Fawait menegaskan target pengentasan kemiskinan ekstrem pada 2029 dengan mengoptimalkan potensi daerah dan kolaborasi lintas sektor.
“Harapannya sama, zero kemiskinan ekstrem pada 2029, dan Jember sedang berikhtiar ke arah itu,” tegasnya.
Sementara itu, Guru Besar FEB Universitas Jember, Prof Muhammad Zainuri, menilai efektivitas program sangat bergantung pada kolaborasi antar pihak.
“Program sudah ada, tapi berjalan sendiri-sendiri tanpa koneksi,” ujarnya.
Ia menguraikan pentingnya integrasi kebijakan, digitalisasi data, serta penerapan reward dan punishment agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Dengan kolaborasi yang solid, percepatan pengentasan kemiskinan di Jember dapat tercapai dalam beberapa tahun ke depan,” tutupnya. (adv)
















