AMPAR.ID, JAMBI – Di tengah upaya teknis pemulihan sistem layanan perbankan, Bank Jambi menggelar kegiatan buka puasa bersama dan doa lintas sektoral yang melibatkan lebih dari 200 imam masjid se-Kota Jambi. Acara yang berlangsung khidmat ini diselenggarakan di Gedung Mahligai, Kota Jambi, Minggu (8/3/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi jajaran direksi dan staf Bank Jambi untuk mempererat silaturahmi dengan para tokoh agama. Selain sebagai agenda rutin di bulan suci Ramadan, pertemuan ini secara khusus difokuskan untuk memanjatkan doa bersama demi kelancaran proses normalisasi sistem yang sedang berjalan.
Direktur Operasional Bank Jambi, Zulfikar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual perusahaan di samping upaya teknis yang terus dilakukan oleh tim ahli di lapangan.
“Kami mengundang lebih dari 200 imam masjid se-Kota Jambi untuk berbuka puasa sekaligus memanjatkan doa agar Bank Jambi segera pulih sepenuhnya, dijauhkan dari marabahaya, dan selalu dalam perlindungan Allah SWT,” ujar Zulfikar saat dikonfirmasi.
Suasana kebersamaan tampak kental saat para imam masjid dari berbagai wilayah di Kota Jambi bersatu dalam zikir dan doa. Kehadiran para tokoh agama ini diharapkan dapat memberikan dukungan moril serta energi positif bagi seluruh karyawan Bank Jambi yang tengah bekerja ekstra dalam memulihkan layanan.
Zulfikar menambahkan, dukungan doa dari para tokoh agama sangat berarti bagi optimisme perusahaan dalam melewati berbagai tantangan perbankan modern saat ini. Pihaknya berkomitmen untuk segera kembali memberikan pelayanan terbaik dan rasa aman bagi seluruh nasabah setia di Provinsi Jambi.
“Melalui dukungan doa dan nilai kebersamaan di bulan penuh berkah ini, kami berharap Bank Jambi dapat segera melewati masa transisi ini dengan baik dan tetap menjadi pilar ekonomi masyarakat Jambi,” pungkasnya.
Acara yang dihadiri oleh jajaran direksi, staf, serta sejumlah tamu undangan ini ditutup dengan salat Magrib berjamaah, mempertegas komitmen Bank Jambi untuk tetap menjaga kedekatan dengan nilai-nilai religius dan masyarakat daerah. (Adv)
















