AMPAR.ID, JAMBI – Koordinator Bidang Perempuan KAMMI Wilayah Jambi, Novita Sari, kecewa dengan kinerja pihak kepolisian. Pasalnya sudah melewati batas yang sudah diberikan, pihak kepolisian tak kunjung menemukan titik terang pada dua kasus perempuan sekaligus yang terjadi di Jambi.
Sudah lima kali sosok perempuan itu menyambangi ke rumah sederhana mendiang gadis kecil malang KY. Korban kasus penemuan mayat anak perempuan (4th) dalam septic tank di area Kuburan Cino yang berjalan lambat dan terkesan tidak serius.
“Memang kita niatnya mau menekan bagaimana publik ini tau tentang kasus ini belum selesai, semangatilah polisi agar lebih serius lagi menuntaskan kasus ini, terus juga sebagai bentuk keprihatinan kita, hati nurani kemudian rasa kebangsaan menghibur keluarga korban saat datang”, ungkap Novita.
Menurutnya, karena secara psikologis orang-orang trauma karena kehilangan itu butuh waktu lama untuk berdamai dengan dirinya sendiri dan akan senang sekali jika kita datang meskipun hanya mendengar Ia bercerita dan apa yang Ia rasakan. Itu sebenarnya yang kita coba lakukan.
Tidak hanya sampai disitu, sebagai catatan. Bahkan, beberapa Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) yang tergabung yang menamai dirinya Cipayung Plus besok melakukan aksi pada pukul 9 pagi, Senin (5/9), di Polda Jambi.
“Tuntutan mendesak agar kepolisian mengungkap secepatnya tersangka, kemudian nanti mengadili tersangka, kemudian memberikan rasa aman dan hak-hak kepada keluarga korban”, tegas Novita.
Perempuan itu merasa tidak ada dampak pada aksi yang dilakukan sebelumnya pada Kamis (18/8) dikawasan kantor gubernur Jambi. Walaupun setelah aksi tersebut, pihak kepolisian membuat tim khusus untuk mempercepat menemukan tersangka.
“Kemarin kami cuma berikan waktu satu minggu tetapi sekarang sudah dua minggu dan itu sudah lewat”, ucap Novita.
Terlebih lagi, keluarga korban masih sangat terpukul dan masih suka termenung-menung dan bapak KY sampai sekarang belum bisa melakukan aktivitas bekerja.
“Dan kita juga akan menyoroti kasus-kasus perempuan seperti begal payudara di Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) dan itu belum ada juga penyelesaian dari pihak berwajib, kita minta agar Kapolda menggerakkan di polres-polres”, tegasnya lagi.
(Meli/ampar)
Diskusi tentang inipost