AMPAR.ID,JAMBI- Ayah Kandung Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat, Samuel Hutabarat mengharapkan sekali penggalian makam anaknya dilakukan secara militer saat mau otopsi ulang.
“Saya maunya proses penggalian dilakukan secara militer namun belum ada laporan dari pihak berwajib kepolisian,” ujarnya.
Alasan samuel meminta secara militer karena saat awal pemakaman jenazah anak kandungnya dari pihak kepolisian mengatakan tidak boleh dilakukan secara militer karena kurang administrasi namun penyampaian tersebut samuel tidak mengerti.
“Kerena saat pemakaman pertama katanya tidak boleh karena kurang atministrasi tentu saya tidak ngerti karena biasanya dilakukan secara militer,” terangnya.
Samuel mengatakan terkait secara militer saat pembongkaran pembongkaran makam maupun saat setelah otopsi, ia belum mengajukan secara resmi namun jika Polda Jambi menawarkan tersebut, pihak keluarga menerima lapang dada.
“Kami menerima lapang dada kalau dilakukan secara militer,”tuturnya.
Begitu juga terkait penggalian kuburan Brigadir J saat mau otopsi sebelumnya ada dari pihak Polri namun pihak keluarga mengusulkan agar yang menggali kuburan dari Pemuda Batak Bersatu dengan tujuan agar lebih independent.
“Kalau soal penggalian kuburan kita sudah usulkan dari Pemuda Batak Bersatu agar lebih Independent,”katanya.
Samuel juga mengatakan saat sebelum penggalian diadakan doa bersama dan setelah otopsi diadakan doa bersama lagi.
“Ya berdoa terlebih dahulu sebelum penggalian dan kalau boleh dilakukan secara militer,” jelasnya.
Diketahui, Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat tewas setalah disebut baku tembak dengan Bharada E tepat rumah Kadiv Propam Non Aktif Irjen Ferdy Sambo di kawasan daerah Duren Tiga, Jakarta Selatan.
(sn/min)













