• Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Aktual dan Terkini
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
Berita Terbaru
  • NEWS
  • POLITIK
  • EKBIS
  • HUKUM
  • OPINI
  • TREND
  • JAMBI
  • BENGKULU
  • SUMSEL
  • JATIM
  • LAMPUNG
  • Lainnya..

Kontroversi Supersemar: Bung Karno Terancam Baku Tembak Ajudan dengan 2 Jenderal

11/03/2021
PostTweetSend
Dibaca 128

Foto:Ist

AMPAR.ID – SURAT Perintah 11 Maret 1966 alias Supersemar diterbitkan tepat 55 tahun silam. Surat yang penuh kontroversi tersebut mengubah arah perjalanan republik ini. Mengubah rezim Orde Lama pimpinan Presiden pertama RI Ir Soekarno, menjadi awal rezim Orde Baru di bawah Presiden kedua RI Soeharto.

Dibalik keluarnya surat tersebut, ada kisah menarik yang dituturkan seorang (mendiang) saksi sejarah, terkait kontroversi Supersemar. Dini hari saat surat itu ditandatangani Presiden RI pertama, Soekarno, hampir terjadi baku tembak seorang ajudan pribadinya dengan sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat (AD).

Adalah Soekardjo Wilardjito yang sempat merasa harus mempertaruhkan nyawanya sendiri demi keselamatan si Bung Besar. Sebuah kejadian yang cenderung pemaksaan pada Soekarno untuk menandatangani mandat Supersemar, di mana isinya memberi wewenang pada Pangkopkamtib Mayjen Soeharto, untuk meredakan situasi keamanan dan ketertiban.

Supersemar itu dibawakan empat perwira tinggi (bukan tiga seperti yang selama ini dipaparkan), yakni Brigjen TNI M Jusuf, Brigjen TNI Amir Machmud, Brigjen TNI Basuki Rahmat, serta Mayjen Maraden Panggabean.

Kala itu, keempatnya datang ke Istana Bogor pada pukul 01.00 dini hari, tepat ketika Sang Proklamator hendak pergi tidur. Dalam buku “Mereka Menodong Bung Karno” yang rilis pada 2008, Wilardjito menuturkan:

Bacajuga

625 Tahun Tanah Pilih Pusako Betuah, Jambi Business Center Berkomitmen Dukung Kemajuan Kota

Ketua DPRD Kota Jambi Sambut Massa Demo dengan Dialog

Sebaran Bedah Rumah Pro Jambi 2025 Sesuai Usulan, PUPR Jambi: IPM Masyarakat Kerinci-Sungai Penuh Terbilang Tinggi 

Zakat Fitrah Kota Jambi Tahun 2025: Besaran dan Cara Pembayaran

“Hanya mengenakan baju piyama, Bung Karno menemui keempat jenderal tersebut. Lantas Jenderal M Jusuf menyodorkan sebuah surat dalam map warna merah jambu. Setelah membaca surat tersebut dengan nada terkejut, Bung Karno spontan berkata, ‘Lho, diktumnya kok diktum militer, bukan diktum kepresidenan!’,” tulis Wilardjito meniru kata-kata Bung Karno.

“Untuk mengubah, waktunya sudah sangat sempit. Tanda tangani sajalah, paduka. Bismillah, sahut Brigjen Basuki Rahmat yang diikuti M Panggabean mencabut pistol FN 46 dari sarungnya. Secepat kilat, aku juga mencabut pistol,” tambahnya.

“Jangan! Jangan! Ya sudah kalau mandat ini harus kutandatangani. Mungkin aku akan meninggalkan istana, hati-hatilah engkau,’ kata Bung Karno kepadaku. Keempat jenderal itu lantas mengundurkan diri. Dan benar, itupun menjadi malam terakhirku berjumpa dengan Bung Karno,” sambung Wilardjito lagi.

Terlepas dari insiden itu, tentu publik masih kebingungan soal di mana Supersemar yang asli. Tiga versi yang kini tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) tak satu pun yang dinyatakan asli.

Versi pertama didapat dari Sekretariat Negara yang terdiri dari dua lembar dengan kop burung Garuda, diketik rapi dan di bawahnya tertera tanda tangan serta nama Soekarno. Adapun versi kedua berasal dari Pusat Penerangan TNI AD. Satu lembar itu diketik kurang rapi dan juga berkop Garuda.

Sementara versi terakhir dianggap lebih janggal. ANRI menerimanya tanpa kop dan hanya berupa salinan. Sejak lama ANRI disebutkan mencoba mencari Supersemar yang asli dengan mendatangi para keluarga saksi yang hingga kini belum menemukan titik terang.


Sumber: Okezone

Kata kunci: kota JambiProvinsi Jambi
Berita sebelumnya

Kajari Pimpin Sertijab Kacabjari Nipah Panjang, Warning Soal DD

Berita selanjutnya

Manfaat Menghadiahkan Al-Fatihah untuk Diri Sendiri dan Cara Mengamalkannya

Berita Terkait

625 Tahun Tanah Pilih Pusako Betuah, Jambi Business Center Berkomitmen Dukung Kemajuan Kota

625 Tahun Tanah Pilih Pusako Betuah, Jambi Business Center Berkomitmen Dukung Kemajuan Kota

17/05/2026

Ketua DPRD Kota Jambi Sambut Massa Demo dengan Dialog

01/09/2025

Sebaran Bedah Rumah Pro Jambi 2025 Sesuai Usulan, PUPR Jambi: IPM Masyarakat Kerinci-Sungai Penuh Terbilang Tinggi 

07/08/2025

Zakat Fitrah Kota Jambi Tahun 2025: Besaran dan Cara Pembayaran

17/03/2025
Resmi Pimpin Kota Jambi Langsung Bagi Tugas; Wako Maulana Ikuti Retret, Wawako Diza Pimpin Apel ASN/foto/adv

Resmi Pimpin Kota Jambi Langsung Bagi Tugas; Wako Maulana Ikuti Retret, Wawako Diza Pimpin Apel ASN

20/02/2025
Dinyatakan Penuhi Syarat, Maulana-Diza Siap Ikuti Proses Pelantikan/foto/adv

Dinyatakan Penuhi Syarat, Maulana-Diza Siap Ikuti Proses Pelantikan

16/02/2025
Budi Setiawan, Calon Walikota Jambi 2024

Kader Golkar Kota Jambi Dukung Penuh Budi Setiawan di Pilwako Jambi 2024

06/08/2024

Sekretaris LAM Kota Jambi Harap Pemkot Jambi Tegas Terapkan Perda Penutupan Lokalisasi Payo Sigadung ‘Pucuk’

14/05/2024
Parkir liar di kota Jambi (foto: alan-ampar)

Maraknya Parkir Liar di Kota Jambi, Masyarakat Minta Aparat Berwenang Menertibkan

09/05/2024
Yulfi Alfikri Noer S.IP., M.AP, Tenaga Ahli Gubernur Bidang Sumber Daya Manusia (Foto: dok.pribadi)

Gubernur Al Haris: Memimpin Jambi Menuju Keberlanjutan Gambut Nasional

08/05/2024
Berita selanjutnya

Manfaat Menghadiahkan Al-Fatihah untuk Diri Sendiri dan Cara Mengamalkannya

7 Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal Dunia

Niat Shalat Sunnah Qabliyyah Jum'at, Dilakukan Setelah Masuk Waktu Jum'at

Bacaan Sholat Jenazah Latin Lengkap Beserta Tata Caranya

Bupati dan Wabup Tanjab Barat Hadiri Peringatan Isra Mi’raj

TERHANGAT

Lirik Lagu Bintang - Anima Band/ (Foto: Cuplikan layar Youtube @AnimaBandOfficialAnima)

Lirik Lagu Bintang – Anima Band

04/02/2024

Ahli Waris Ketua RT Terima Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan

HKI Percepat Pembangunan Jalan Tol Betung-Jambi Seksi 1A, Progress Konstruksi Capai 69%

Langkah Nyata Pertamina EP Terhadap Penyelesaian Isu Tanah di Kota Jambi

Viral Video Syur Mirip Gisel, Tagar Cowonya Ikut Trending di Twitter

New Honda Vario 125 dengan Penyegaran Warna Baru telah Hadir di Jambi

Mobilitas Makin Praktis Tanpa Perlu Isi Bensin, Kenali Teknologi Honda CUV e:

New Honda BeAT, Always BeAT for You

Honda ST125 Dax Tampil Makin Ikonik dengan Warna Baru

Tempat Nongkrong Baru di Jambi, Jati Coffee Hadirkan Suasana Hangat untuk Semua Kalangan

Berita Media Online

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.

INFORMASI

  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

MEDIA SOSIAL

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.