AMPAR.ID – Puasa merupakan kondisi ketika tubuh harus menahan diri dari godaan makanan dan minuman sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.
Sebagian orang menganggap puasa adalah suatu kesulitan untuk menahan lapar dan haus, karena padatnya aktifitas yang memerlukan tenaga justru harus merelakan untuk tidak makan dan minum.
Bahkan, panasnya terik matahari menambah beratya tantangan dalam berpuasa, sementara itu kondisi tubuh tidak bisa istirahat di rumah karena harus melakukan suatu pekerjaan.
Puasa ini berjalan selama kurang lebih 29 hingga 30 hari (tergantung pada hitungan bulan) namun tak banyak dari sebagian orang yang bertahan hingga 30 hari penuh di bulan puasa.
Seperti dikutip dari laman Kabar Besuki. Tahukah anda bahwa sebenarnya berpuasa khususnya di bulan Ramadhan memiliki manfaat yang sangat besar untuk kesehatan, salah satunya untuk penderita diabetes.
Diabetes adalah sejumlah penyakit yang diakibatkan oleh banyaknya kadar gula dalam darah secara berlebihan, sehingga menyebabkan sebagian tubuh membusuk dengan luka semakin membesar.
Sepanjang tahun 2017, terdapat sebanyak 425 juta pasien diabetes yang tersebar di seluruh penjuru dunia.
Angka ini diperkirakan akan meningkat sebesar 45 persen atau setara dengan 629 juta pasien pada tahun 2045 mendatang.
Dilansir dari Terapis Bekam Banyuwangi, komplikasi pada jantung dan ginjal menjadi penyebab utama kematian pasien diabtetes di dunia, yakni sebesar 75 persen pasien diabetes berusia 20-64 tahun pada tahun 2017.
Penderita diabetes cenderung tidak bisa bebas untuk memilih makanan, karena kadar gula yang menumpuk dalam tubuh mencapai angka 500 keatas bersamaan dengan organ tubuhnya yang perlahan-lahan rusak satu persatu.
Beberapa gejala diabetes tersebut adalah rabun pada pengelihatan, vitalitas yang kian hari semakin menurun, dan tubuh yang mulai melemah dalam beraktifitas.
Ini merupakan hal yang sulit untuk dihindari karena penyebab naiknya gula darah dalam tubuh yang tidak terkendali seringkali berasal dari makanan dan minuman yang dikonsumsi dan ternyata justru mengandung banyak glukosa.
Seperti minuman kalengan, boba, pizza, roti, nasi putih, hamburger, pemanis buatan, gluten dan junkfood lainnya. Betapa tidak, jumlah penderita diabetes terus meningkat tiap tahunnya karena disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat yang melekat pada kehidupan masyarakat modern.
Puasa dapat menjadi salah satu solusi ampuh untuk membantu penderita diabetes dalam menurunkan kadar gula darah yang berlebih.
Sebab, ketika berpuasa kondisi tubuh dalam tiga belas jam lambung tidak mencerna makanan. Lambung yang kosong akan merangsang pankreas untuk mengeluarkan insulin.
Kemudian, insulin akan mengambil simpanan glukosa yang ada dalam liver dan otot. Glukosa yang sudah ada di liver dan otot adalah glukosa dari junkfood yang telah ditumpuk sebelumnya.
Hal inilah yang menjadi penyebab glukosa terluka dan melebar apabila sudah melebihi batas penderita diabetes.
Setelah insulin mengambil simpanan glukosa, zat tersebut kemudian diolah menjadi energi untuk menunjang aktivitas sebagai pengganti nutrisi yang kosong untuk dicerna sepanjang hari.
Maka berpuasa secara berturut-turut selama sebulan seperti ini akan membuat simpanan glukosa dalam tubuh akan berangsur-angsur menurun dan kembali normal.
Dengan mengetahui manfaat dari berpuasa, Anda akan lebih semangat dalam beraktivitas karena manfaat kesehatan yang tak terduga ketika seseorang berpuasa.***










