JEMBER, AMPAR.ID — Pelaksanaan gerak jalan Tanggul–Jember Tradisional (Tajemtra) 2026 kembali diposisikan sebagai stimulus utama penggerak ekonomi kerakyatan di Kabupaten Jember.
Event tahunan ini dirancang tidak sekadar menjadi ajang perayaan kemerdekaan, tetapi juga momentum strategis untuk membangkitkan pendapatan pedagang kaki lima, UMKM, hingga sektor jasa pariwisata.
Demi memastikan efektivitas dampak ekonomi tersebut, Bupati Jember, Gus Fawait, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah mengambil langkah efisiensi anggaran dengan memangkas sejumlah program di Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) yang dinilai minim efek berganda (multiplier effect).
“Kita hanya menjalankan event yang diyakini berdampak langsung pada sektor informal, UMKM, hingga pariwisata. Tajemtra tahun ini kita ikhtiarkan agar semakin meriah, menjadi pemersatu warga Jember, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal,” tegas Gus Fawait.
Agenda tahunan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia ini dijadwalkan berlangsung pada 5 September 2026.
Panitia menyiapkan beragam hadiah doorprize serta membuka berbagai kategori kompetisi, mulai dari perorangan putra dan putri hingga beregu pelajar dan umum.
Potensi perputaran uang di sepanjang rute Tajemtra diperkirakan melonjak tajam seiring tingginya antusiasme peserta.
Berdasarkan data pendaftaran terbaru, jumlah peserta telah menembus angka 13.794 orang dan terus bertambah.
“Melihat tren pendaftaran saat ini, kami optimistis jumlah peserta bisa mencapai target 20.000 hingga 25.000 orang,” ujar Gus Fawait.
Gus Fawait mengimbau seluruh lapisan masyarakat, jajaran Pemkab Jember, instansi vertikal, serta personel TNI dan Polri untuk berpartisipasi aktif meramaikan gelaran ini.
Ia juga memastikan bakal ikut berjalan kaki menempuh rute puluhan kilometer dari garis start di Kecamatan Tanggul hingga garis finis di pusat Kota Jember.
















