AMPAR.ID, MUARO JAMBI – Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H. Mahir, memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Jambi tahun 2026. Upacara yang berlangsung khidmat di lapangan Kantor Bupati Muaro Jambi, Selasa (6/1/2026) pagi, dihadiri oleh jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta ratusan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati membacakan amanat tertulis Gubernur Jambi yang menekankan rasa syukur atas capaian pembangunan selama hampir tujuh dekade. Momentum usia ke-69 ini menjadi pijakan penting bagi Pemprov Jambi untuk melanjutkan visi “Jambi MANTAP” (Mandiri, Aman, Nyaman, Tertib, Amanah, dan Profesional) hingga tahun 2029.
Wabup Junaidi menyampaikan bahwa di bawah ridho Allah SWT, pemerintah fokus pada tiga misi utama untuk tiga tahun ke depan:
Pemantapan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien.
Peningkatan daya saing daerah melalui sektor pertanian, perdagangan, industri, dan pariwisata.
Keberlanjutan pembangunan serta penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“Capaian yang kita rasakan saat ini adalah buah dari kerja keras dan partisipasi semua pihak. Semangat keberlanjutan harus tetap kita jaga demi Jambi yang lebih berdaya saing,” ujar Junaidi saat membacakan amanat tersebut.
Ada hal menarik dan menyentuh dalam pidato peringatan tahun ini. Di tengah perayaan hari jadi, Provinsi Jambi menunjukkan empati yang besar terhadap bencana banjir bandang yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir tahun 2025 lalu.
Wabup mengungkapkan bahwa Jambi telah mengirimkan bantuan sebagai wujud nyata persaudaraan sesama masyarakat Sumatera.
“Di usia yang semakin matang ini, Jambi tidak hanya fokus membangun fisik, tetapi juga membangun nurani. Solidaritas kita untuk saudara di Aceh, Sumut, dan Sumbar adalah bukti bahwa Jambi adalah bagian tak terpisahkan dari denyut nadi Sumatera. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Jambi atas keikhlasannya membantu sesama,” tegas Junaidi.
Menutup amanatnya, Wakil Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pelosok Kerinci hingga pesisir Tanjung Jabung Timur, untuk bersinergi di awal tahun 2026 ini. Ia menekankan pentingnya pembangunan yang menjaga keseimbangan lingkungan dan kelestarian budaya lokal.
“Dari Telun Berasap hingga Ombak Bedebur, mari kita bersatu padu. Tidak ada pembangunan yang berhasil tanpa kolaborasi. Mari kita wujudkan Jambi yang maju dan sejahtera dengan tetap menjaga alam dan warisan leluhur kita,” pungkasnya.
Upacara diakhiri dengan doa bersama untuk kemajuan Provinsi Jambi dan keselamatan bangsa Indonesia dari segala musibah.
















