AMALAKA – Wali Kota Jambi, dr. H. Maulana, mempertegas posisi Kota Jambi sebagai bagian penting dari peradaban Melayu Islam di Asia Tenggara. Didampingi Ketua TP-PKK Kota Jambi, Dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, Maulana menghadiri Majlis Tilawah Al-Qur’an Antarbangsa yang diselenggarakan oleh Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) di Masjid As-Salamin, Malaka, Sabtu (7/3/2026).
Kehadiran pimpinan Kota Jambi dalam forum internasional ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat jejaring kebudayaan regional sekaligus membuka ruang kolaborasi ekonomi berbasis wisata religi.
Dalam forum tersebut, Maulana menekankan bahwa kegiatan lintas negara seperti Majlis Tilawah ini merupakan sarana krusial untuk menjaga identitas Melayu di tengah arus globalisasi. Menurutnya, kesamaan akar budaya dan keyakinan menjadi modal kuat untuk membangun kerja sama yang lebih luas, mulai dari pendidikan hingga pariwisata.
“Kolaborasi budaya Melayu ini sangat penting untuk terus dikembangkan. Selain memperkuat identitas, momentum ini juga menjadi peluang besar untuk memperkenalkan potensi wisata religi yang kita miliki di Kota Jambi kepada masyarakat internasional,” ujar Maulana.
Di hadapan delegasi negara serumpun, Wali Kota Maulana secara khusus mempromosikan kawasan Seberang Kota Jambi (Sekoja). Ia menyebut kawasan tersebut sebagai pusat peradaban yang hingga kini masih memegang teguh tradisi, arsitektur, dan nilai-nilai Islam yang autentik.
Sebagai langkah konkret pelestarian, Pemerintah Kota Jambi tengah mendorong pembangunan Kampung Batik Seberang Kota Jambi. Kawasan ini diproyeksikan tidak hanya menjadi pusat kerajinan, tetapi juga destinasi wisata budaya yang menampilkan gaya hidup masyarakat Melayu Jambi yang religius.
“Kita ingin Kampung Batik di Seberang menjadi destinasi wisata budaya yang kuat dengan identitas Melayu Islam. Ini adalah bagian dari upaya kita melestarikan warisan leluhur sekaligus meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui sektor pariwisata,” tambahnya.
Partisipasi aktif dalam agenda DMDI ini diharapkan dapat membuahkan hasil nyata berupa peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Jambi, khususnya dari negara-negara tetangga seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura.
Rangkaian kegiatan ini diikuti oleh jajaran Pemerintah Kota Jambi hingga selesai, yang sekaligus menjadi ajang studi banding untuk pengembangan manajemen wisata religi dan kebudayaan yang lebih modern di Kota Jambi.
















