AMPAR.ID, BATANG HARI – Bupati Batang Hari, Mhd. Fadhil Arief, memimpin upacara peringatan gabungan tiga hari jadi institusi keamanan dan penyelamatan di Lapangan Alun-Alun Muara Bulian, Batang Hari, pada Rabu (13/5/2026) pagi.
Agenda ini memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, HUT ke-76 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta HUT ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Tahun 2026. Upacara akbar ini mengusung tema kolaboratif “Mengabdi untuk Keselamatan Negeri dan Trantibumlinmas Tangguh bagi Pembangunan Berkelanjutan”.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fadhil Arief membacakan sambutan tertulis dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI. Lewat amanatnya, Mendagri mengingatkan bahwa Indonesia saat ini tengah dihadapkan pada era penuh dinamika, mulai dari ancaman krisis iklim, urbanisasi yang pesat, hingga disrupsi teknologi.
“Tantangan global ini berdampak langsung pada tatanan kehidupan masyarakat. Kita dituntut untuk terus memperkuat stabilitas dalam negeri agar aktivitas sosial-ekonomi dapat berjalan dengan baik tanpa hambatan,” ujar Fadhil Arief saat membacakan pidato Mendagri.
Mendagri menegaskan, dalam situasi krusial ini, personel Pemadam Kebakaran, Satpol PP, dan Satlinmas memegang peranan yang sangat strategis. Ketiga pilar ini memikul tanggung jawab besar untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang, merasa terayomi, serta terhindar dari potensi bahaya kebakaran maupun gangguan ketertiban umum.
Lebih lanjut, perjalanan panjang ketiga organisasi ini—di mana Pemadam Kebakaran telah mengabdi lebih dari satu abad, Satpol PP selama 76 tahun, dan Satlinmas selama 64 tahun—bukanlah sekadar deretan angka statistik semata.
Usia kematangan ini menjadi bukti nyata dan pengingat bahwa pelayanan yang diberikan selama ini selalu melekat di hati masyarakat. Eksistensi mereka merupakan wujud nyata dari kehadiran negara di tingkat akar rumput yang wajib diapresiasi dan terus ditingkatkan profesionalismenya berdasarkan asas humanis.
Upacara peringatan ini ditutup dengan parade kedisplinan yang diikuti oleh ratusan personel dari ketiga kesatuan, sebagai bentuk kesiapan mereka dalam mengawal ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum) di wilayah Kabupaten Batang Hari.
















