TANJUNG JABUNG TIMUR – Kabupaten Tanjung Jabung Timur memiliki potensi besar di sektor pertanian meskipun sebagian wilayahnya didominasi lahan rawa dan gambut. Dengan pengelolaan yang tepat dan dukungan teknologi, daerah ini mampu berkembang menjadi salah satu sentra produksi padi di Provinsi Jambi.
Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam rangka HUT ke-27 kabupaten tersebut di Gedung DPRD Tanjung Jabung Timur, Rabu (21/10/2026).
Abdullah Sani menjelaskan, Tanjung Jabung Timur memiliki bentang lahan gambut yang luas, termasuk kawasan dengan kubah gambut berkedalaman ekstrem. Di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Mendahara dan Dendang, ketebalan gambut disebut berkisar antara 5 hingga 13 meter.
Kondisi geografis tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan wilayah dan pengelolaan sumber daya alam. Namun, Tanjung Jabung Timur dinilai mampu mengoptimalkan potensi pertanian untuk mendukung produksi pangan daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, produksi padi Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada 2025 mencapai 34.559 ton. Capaian itu menempatkan daerah tersebut sebagai salah satu sentra produksi padi terbesar keempat di Provinsi Jambi.
Menurut Abdullah Sani, capaian tersebut membuktikan bahwa kondisi geografis tidak selalu menjadi penghalang bagi peningkatan produktivitas pertanian apabila dikelola dengan tepat.
“Capaian-capaian tersebut menunjukkan bahwa dengan pengelolaan yang tepat, pemanfaatan teknologi pertanian, serta kerja keras para petani, kondisi geografis bukanlah penghalang untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan daerah,” tuturnya.
Selain memiliki potensi pertanian, Tanjung Jabung Timur juga menjadi lokasi Taman Nasional Berbak, kawasan konservasi yang dikenal dengan ekosistem hutan rawa gambut dan rawa pantainya.
Dari sisi geografis dan ekonomi, wilayah perairan Tanjung Jabung Timur juga berada pada jalur pelayaran strategis yang berkaitan dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Posisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung peran daerah dalam konektivitas pelayaran dan aktivitas ekonomi kawasan.
Tanjung Jabung Timur juga memiliki keterkaitan dengan kawasan hinterland yang menopang pertumbuhan ekonomi Segitiga Singapura–Batam–Johor.
Potensi tersebut, menurut Abdullah Sani, perlu diimbangi dengan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan serta pembangunan yang memperhatikan karakteristik lingkungan setempat.
Pemerintah Provinsi Jambi pun mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur beserta para petani dan seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap pembangunan serta penguatan sektor pangan.
Sementara itu, Bupati Tanjung Jabung Timur, Hj. Dillah Hikmah Sari, S.T., mengatakan pembangunan daerah tidak terlepas dari gagasan dan perjuangan para pemimpin terdahulu yang berupaya mengatasi tantangan geografis, terutama kondisi rawa dan lahan gambut.
Ia juga mengapresiasi dukungan DPR RI, DPRD Provinsi Jambi, Pemerintah Provinsi Jambi, dan jajaran pemerintah kabupaten dalam mendorong pembangunan daerah.
Dillah berharap sinergi tersebut terus diperkuat agar pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di seluruh wilayah Tanjung Jabung Timur.
Dengan mengoptimalkan potensi pertanian, menjaga kelestarian kawasan gambut, serta memperkuat konektivitas ekonomi, Tanjung Jabung Timur diharapkan mampu meningkatkan produktivitas daerah sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.














