AMPAR.ID, JEMBER – Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang Kabupaten Jember mengerahkan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) untuk menambal jalan berlubang di sepuluh titik wilayah Jember pada Selasa (10/3/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung dalam rangka pelaksanaan Gerakan Indonesia Asri yang dijalankan melalui berbagai aksi di lapangan, mulai dari penertiban kebersihan jalan, pembersihan lingkungan, hingga layanan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Pada hari itu, tim memulai pengerjaan di wilayah Tawangmangu, Kecamatan Sumbersari yang menjadi salah satu kawasan dengan aktivitas masyarakat cukup padat.
Perbaikan kemudian berlangsung di jalur penghubung Lembengan hingga Cumedak di Kecamatan Ledokombo serta ruas jalan Gayasan menuju Jatirejo di Kecamatan Jenggawah.
Tim URC juga menangani kerusakan jalan di jalur Ambulu hingga Mangli yang menjadi akses mobilitas masyarakat di wilayah selatan Jember.
Pengerjaan selanjutnya dilakukan di ruas jalan Sukoreno yang berada di wilayah Kecamatan Kalisat.
Di wilayah barat, petugas memperbaiki akses jalan yang menghubungkan Kemuningsari Lor dengan Tamansari di Kecamatan Bangsalsari.
Jalan Basuki Rahmat di Kecamatan Jombang juga menjadi lokasi perbaikan karena menjadi salah satu jalur transportasi utama.
Perbaikan infrastruktur juga menyasar wilayah Kecamatan Pakusari, tepatnya pada lintasan Kertosari menuju Antirogo.
Sementara itu, ruas jalan Kasiyan hingga Grenden di Kecamatan Puger ikut masuk dalam daftar penanganan tim URC.
Lokasi lainnya yang turut diperbaiki adalah ruas jalan Karangbayat menuju Mangungan di Kecamatan Sumberbaru.
“Seluruh rangkaian kegiatan ini dilakukan demi mendukung kesuksesan Gerakan Indonesia Asri yang berkelanjutan,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Jember, Jupriono.
Ia menyebut perbaikan tersebut diharapkan mampu menekan risiko kecelakaan akibat jalan berlubang sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.
“Koordinasi antarwilayah akan terus diperkuat agar sisa jalan rusak lainnya dapat segera tertangani dan kami lakukan hingga tanggal 19 maret agar tidak mengganggu jalannya arus mudik,” kata Jupriono. (Adv)
















