AMPAR.ID, Jambi – Kepolisian Daerah (Polda) JambiĀ menggelar simulasi latihan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) dalam rangka mengantisipasi terjadinya konflik saat dalam penanganan pengunjuk rasa di Lapangan Kantor Gubernur Jambi.
“Untuk penanganan pengunjuk rasa dan kita tadi sudah lihat bersama penampilannya cukup baik, mereka sudah sangat terampil dan peralatan nya juga bisa digunakan dengan baik. Untuk kondisi Jambi Alhamdulillah aman, tidak ada gejolak, ini hanya latihan rutin setiap tahun kesatuan,” kata Kapolda Jambi Irjen Pol. A. Rachmat Wibowo.
Simulasi tersebut merupakan tahap-tahap penggunaan kekuatan yang sudah diatur melalui peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia nomor 1 Tahun 2009 dan perwujudan penyusunan peraturan kepolisian tersebut dilakukan bersama-sama dengan komisi nasional hak asasi manusia (HAM).
“Gubernur maupun DPRD Jambi, kami mengucapkan terima kasih atas inisiasi dan inovasi dari Polda Jambi, mengajak beberapa mitra strategis seperti TNI kemudianĀ satpol PP dan ada damkar dan lain sebagainya, atas pelaksanaan simulasi hari ini sistem pengamanan kota, dalamĀ hal ini perlu kita berikan apresiasi dan dukungan sehingga ke depan kita bisa melakukan antisipasi,” ujar Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto.
Kemudian, simulasi berjalan sesuai dengan standar HAM yang merujuk kepada sebuah konvensi internasional yang namanya basic principle confused of wars and fire arms atau prinsip-prinsip dasar penggunaan kekuatan dan senjata api, senjata api yang digunakan pun tidak senjata api yang menggunakan peluru tajam, senjata api yang menggunakan peluru karet yang tidak mematikan namun hanya melumpuhkan. simulasi dipantau langsung gubernur Jambi Al Haris dari pesawat terbang.
(Meli)
















