AMPAR.ID, JEMBER – Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Curahlele Balung di Kecamatan Balung, Senin (16/3/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
Kunjungan itu menjadi bagian dari agenda monitoring pelayanan publik yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember.
Sebelum menuju lokasi dapur MBG, Gus Fawait terlebih dahulu meninjau pelayanan administrasi kependudukan melalui program KTP Peta Cinta di Kecamatan Balung.
Setelah itu, ia juga memantau pelayanan kesehatan di Puskesmas Balung bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, pihak kecamatan, serta perwakilan rumah sakit.
Peninjauan di SPPG Curahlele Balung difokuskan untuk melihat kesiapan dapur produksi makanan bergizi bagi para siswa.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Ketua Satgas MBG yang juga menjabat sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jember.
Dalam keterangannya, Gus Fawait menyampaikan bahwa program MBG memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi pemenuhan gizi anak tetapi juga bagi perekonomian masyarakat di daerah.
“Program MBG ini sangat membantu Pemerintah Kabupaten Jember. Dari sisi penanganan masalah gizi anak tentu sangat terasa. Kemudian yang kedua, program ini membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Kita melihat sendiri mayoritas pekerjanya adalah masyarakat Jember, khususnya yang berada di sekitar lokasi dapur,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila seluruh SPPG di Kabupaten Jember dapat beroperasi secara optimal, perputaran anggaran yang masuk ke daerah diperkirakan mencapai angka yang sangat besar.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait juga menanggapi berbagai opini yang berkembang di masyarakat mengenai program MBG.
Menurutnya, banyak warga yang justru berharap program tersebut segera menjangkau lebih luas.
“Saya sendiri melihat di media sosial banyak masyarakat yang berharap mendapatkan MBG. Ada yang mengatakan anaknya belum mendapatkannya, bahkan ada orang tua yang menanyakan kapan program ini hadir di tempat mereka. Artinya program ini memang sangat diharapkan masyarakat,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa standar menu dalam program MBG telah ditetapkan secara jelas agar kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi.
“Banyak yang salah memahami. Dari anggaran Rp15 ribu per porsi, Rp10 ribu dialokasikan untuk menu makanan. Tapi dengan Rp10 ribu ini, kita lihat sudah memenuhi standar gizi dan kalori yang ditetapkan,” jelasnya.
Saat meninjau dapur SPPG Curahlele Balung, Bupati melihat langsung proses penyediaan makanan yang terdiri dari nasi, lauk pauk, buah, kurma, serta kacang-kacangan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi siswa.
Sementara itu, Kepala SPPG Curahlele Balung, Frida, menjelaskan bahwa seluruh proses pengolahan makanan dilakukan dengan pengawasan ketat guna menjaga kualitas dan keamanan pangan.
“Bahan yang kami gunakan semuanya fresh. Biasanya bahan datang pada hari yang sama, kemudian langsung diproses. Kadang sore atau malam sudah langsung dilakukan packing untuk distribusi,” ungkap Frida.
Ia juga menyampaikan bahwa sistem pengawasan dapur dilakukan secara berlapis untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar.
“Pengawasan dilakukan secara internal oleh tim dapur, dan juga melalui CCTV yang terpasang di berbagai titik. Pemantauan bisa dilakukan langsung dari kantor untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar,” jelasnya.
Saat ini, SPPG Curahlele Balung menyiapkan 2.242 paket makanan bergizi setiap hari yang didistribusikan kepada siswa dari sembilan lembaga pendidikan di wilayah tersebut.
Menjelang libur Hari Raya Idulfitri, distribusi makanan dilakukan dengan sistem rapel untuk tiga hari sekaligus. (Adv)
















