Sudah lazim dan Sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, praktek menggunakan masker didalam keseharian. Belum usai “siksaan menggunakan masker”, akhir-akhir ini kita kemudian dihebohkan “daya ledak” pandemi covid di India.
Kompas melaporkan pada tanggal 28 April saja, korban sudah mencapai 200 ribu orang.
Dengan tingkat kasus harian bisa mencapai 300 ribu. Dengan tingkat kematian bisa mencapai 3 ribu sehari.
Bahkan data terbaru menunjukkan, korban sudah mencapai 350 ribu/hari. Sehingga korban sudah mencapai 19 juta orang.
Baca Juga: Masih Ingat Laka di Paal 10, Kini Sopir Truk Jadi Tersangka
Berbagai tayangan di televisi menggambarkan kepanikan di India. Komentar dari masyarakat di India diantaranya seperti “saya punya mobil. Saya punya uang. Saya punya rumah.
Saya punya uang. Tapi oksigen tidak ada”. “Saya bisa membeli apapun. Tapi tidak ada yang menjual oksigen”. Demikian seruan yang terdengar.
Sekali lagi menggambarkan kepanikan India. Daya ledak di India diluar perkiraan. Semula masyarakat “begitu konfident” menghadapi pandemi Corona.
Dengan ditemukan vaksin sekaligus telah dilakukan vaksinasi membuat mereka kemudian sempat lalai. Berbagai kegiatan sehari-hari mulai berjalan. Mall dan pasar tumpah ruah. Pesta perkawinan dilangsungkan dimana-mana.
Bahkan berbagai tradisi perayaan agama dilangsungkan. Semuanya dilakukan dengan “kepongahan”. Mereka sudah yakin melalui pandemik corona dengan baik.
















