AMPAR.ID, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi curah hujan tinggi yang diprediksi melanda sejumlah wilayah Indonesia pada Dasarian II Mei 2026. Berdasarkan hasil analisis atmosfer terkini, sebanyak 16 provinsi diimbau meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Berdasarkan pemetaan tingkat risiko yang dirilis BMKG, wilayah-wilayah tersebut dikategorikan ke dalam tiga status zona bahaya, yakni berstatus Waspada, Siaga, dan Awas.
Berikut adalah daftar lengkap sebaran wilayah di Indonesia berdasarkan rilis peringatan dini BMKG:
Wilayah Berstatus Waspada
Masyarakat di kabupaten/kota berikut diminta untuk tetap berhati-hati terhadap perubahan cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu:
Sumatera Barat: Kab. Padang Pariaman.
Banten: Kab. Lebak.
Bengkulu: Kab. Bengkulu Utara.
Jawa Barat: Kab. Bogor, Kab. Sukabumi.
Kalimantan Barat: Kab. Ketapang, Kab. Landak, Kab. Melawi, Kab. Sanggau, Kab. Sintang.
Kalimantan Selatan: Kab. Tanah Bumbu, Kab. Tanah Laut.
Kalimantan Tengah: Kab. Barito Utara, Kab. Gunung Mas, Kab. Kapuas, Kab. Katingan, Kota Palangka Raya, Kab. Murung Raya, Kab. Pulang Pisau.
Kalimantan Timur: Kab. Kutai Barat, Kab. Mahakam Hulu.
Kalimantan Utara: Kota Tarakan.
Maluku: Kab. Buru Selatan, Kota Ambon, Kab. Maluku Tengah, Kab. Seram Bagian Barat.
Papua Barat: Kab. Fakfak.
Papua Tengah: Kab. Mimika.
Wilayah Berstatus Siaga
Pada zona ini, intensitas hujan diprediksi lebih tinggi sehingga membutuhkan koordinasi aktif dari pihak kebencanaan daerah dan masyarakat guna mengantisipasi dampak luapan air atau pergeseran tanah:
Jawa Tengah: Kab. Banjarnegara, Kab. Banyumas, Kab. Batang, Kab. Kendal, Kota Magelang, Kab. Magelang, Kab. Pekalongan, Kab. Pemalang, Kab. Purbalingga, Kab. Temanggung, Kab. Wonosobo.
Sulawesi Tengah: Kab. Banggai, Kab. Banggai Kepulauan, Kab. Banggai Laut, Kab. Morowali, Kab. Morowali Utara, Kab. Poso, Kab. Tojo Una-Una.
Sulawesi Selatan: Kab. Gowa, Kab. Luwu, Kab. Maros, Kab. Sidenreng Rappang, Kab. Wajo.
Wilayah Berstatus Awas (Zona Merah)
BMKG memberikan perhatian khusus dan meminta kesiapsiagaan penuh dari pemerintah daerah serta masyarakat di wilayah ini karena potensi curah hujan ekstrem yang sangat tinggi:
Sulawesi Selatan: Kab. Bantaeng, Kab. Bone, Kab. Bulukumba, Kab. Luwu Utara, Kab. Sinjai.
Sumatera Selatan: Kab. Empat Lawang, Kota Pagar Alam, Kota Palembang, Kab. Lahat, Kab. Ogan Komering Ilir.
Pihak BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai (DAS), lereng perbukitan, dan kawasan rawan banjir, untuk memantau perkembangan cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG. Pemerintah daerah juga diharapkan segera melakukan langkah-langkah mitigasi darurat guna menekan potensi kerugian materiil maupun korban jiwa. (Sumber:BMKG)
















