AMPAR.ID, MERANGIN – Warga dan pelajar di Desa Aur Berduri, Nalo Tantan, Merangin, Jambi tiap hari harus bertaruh nyawa melewati jembatan gantung yang ambruk.
Diperkirakan jembatan itu rusak sudah 5 bulan lalu, warga dan pelajar nekat bergelantungan di atas jembatan untuk menyeberang agar dapat tiba di sekolah, tak ada pilihan lain jembatan tersebut satu satunya akses yang tercepat, ada jalan alternatif namun dua kali lipat perjalanan nya.
“Iyo, anak-anak sekolah disini lah jalan mereka pulang, lewati jembatan putus dan pokoknyo masih sering jadi akses orang-orang, Sayo dak berani nengok mereka meniti diatas kawat dengan bergantung” terang Fery Saputra, warga Aur Berduri belum lama ini.
Ditambahkan Anisa Sari, salah seorang warga Desa Aur Berduri yang pernah menyeberang mengungkapkan.
“Sayo dak berani tapi mau dak mau daripada lewat jalan alternatif meski kaki gemetaran sambil meniti jembatannya”, ujarnya.
“Harapan Sayo untuk kedepannyo jembatan segera ado perbaikan. Biar, tidak terputus gitu kayak hubungan” tambahnya.
Agar tidak menimbulkan korban jiwa, warga berharap agar pemerintah terkait segera memperbaiki jembatan tersebut.
(Meli)










