AMPAR.ID, JAMBI – Sejumlah emak- emak di Kota Jambi mendatangi Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Jambi, Kamis (24/8) kemarin.
Ternyata, emak- emak yang mendatangi Satresnarkoba Polresta Jambi ini yang melakukan penggrebekan basecamp narkoba di eks lokalisasi Pucuk, RT5 Rawasari, Kota Jambi beberapa waktu lalu.
Emak- emak mendatangi Satresnarkoba Polresta Jambi ini guna memberikan keterangan sebagai saksi kepada pihak kepolisian.
Selain itu mengadukan bahwa warga mendapatkan teror dari pemilik basecamp yang dibubarkan oleh emak- emak waktu itu.
Salah seorang emak- emak bernama Wati mengatakan, pria yang berinisial D yang disebut sebagai bandar itu masih berkeliaran dan kerap lewat di sana.
BNNK Jambi Gagalkan Peredaran Ganja 8 Kg dari Aceh, Dua Pelaku Diamankan
Pria itu, disampaikan dia, kerap melontarkan kata- kata kotor kepada emak- emak tersebut.
“Didatangi tidak, tapi pas ketemu dengan saya di jalan diumpat. Apa salah saya, pernah ketemu di gang yang ancam. kata dia itu, apa salah aku sama mbak, hancur- hancurin basecamp,” kata dia.
Menurutnya, intimidasi itu tidak ada kepada dirinya saja. Melainkan juga kepada emak- emak yang lainnya. Ia dan yang lainnya berharap, pihak kepolisian menangkap bandar itu.
“Kami ini dia ditangkap, penjarain. Setahu saya dia itu bandar dan setahu kami juga hampir 1 tahun,” sebutnya.
Semenjak penggerebekan basecamp yang dilakukan oleh emak- emak itu, aktivitas pemakai narkoba tidak terlihat lagi. Basecamp yang pernah digrebek tampak sepi, karena telah dipasang garis polisi.
“Dulu ramai (pemakai narkoba), mobil dan motor berjejer. Masih lajang- lajang, ya pokoknya ramai terus lah,” katanya.
Bendahara Desa Pangkal Duri Tajab Timur Akui Gelapkan Dana Silpa DD dan ADD
Pada intinya, disebutkan dia, apabila bersih mereka lebih senang dan lebih bagus. “Kami punya banyak anak juga. Kalau bersih kan bagus dan memang kemarin emak- emak yang bergerak. Tapi itu, langsung tuntas, tidak ada lagi,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Jambi Kompol Johan C Silaen membenarkan emak- emak itu yang datang ke Satresnarkoba Polresta Jambi.
“Iya benar. Mereka datang hanya sebagai saksi,” ujarnya saat di konfirmasi.
Karena, disampaikan dia, pada saat itu hanya ditemukan alat hisap sabu atau bong.
“Iya hanya ada alat hisap sabu, dan untuk barang buktinya tidak ada. Mereka datang sebagai saksi juga untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” sebutnya.
Terkait warga yang mendapatkan teror itu, dikatakan dia, mereka diteriak- teriakin. “Mereka diteriak- teriakan, ada yang melempar kotoran ke rumah mereka,” pungkasnya.
(Mhd/Min)
















