Jambi, AMPAR.ID – Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Publik Jambi, Nasroel Yasir, meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi untuk memperkuat kinerjanya dalam mengawasi industri perbankan daerah. Ia menekankan pentingnya OJK mengambil pelajaran berharga dari insiden kebobolan PT Bank Pembangunan Daerah Jambi (Bank Jambi) demi menjaga kepercayaan masyarakat.
Nasroel menilai, insiden peretasan atau kebobolan sistem perbankan memberikan dampak merugikan bagi masyarakat, baik dari sisi keamanan dana maupun kenyamanan transaksi.
BACA JUGA:
Bobol Bank Jambi Rp144 Miliar, 3 Tersangka Diringkus Jaringan WNA Bulgaria Terbongkar!
“OJK harus memperkuat kinerjanya dan belajar dari insiden kebobolan Bank Jambi ini. Masyarakat sangat dirugikan ketika keamanan sistem perbankan terganggu. Pengawasan dan mitigasi risiko teknologi informasi harus makin ditingkatkan,” tegas Nasroel Yasir kepada ampar.id, Rabu (7/10/2026).
Ia menambahkan, evaluasi menyeluruh terhadap ketahanan siber lembaga jasa keuangan di daerah menjadi krusial agar kasus serupa tidak terulang kembali di masa depan.
BACA JUGA:
Menanggapi dinamika sektor keuangan dan dorongan publik, belum lama ini OJK Provinsi Jambi menegaskan komitmennya untuk menjalankan peran strategis sesuai fungsi regulasi dan pengawasan. Fokus utama OJK mencakup pelindungan konsumen, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, serta penguatan sinergi bersama para pemangku kepentingan (stakeholders).
Sinergi tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, pemberdayaan UMKM, serta penanganan cepat terhadap setiap potensi risiko di sektor jasa keuangan.
“Kami mengawal secara ketat setiap potensi risiko di industri jasa keuangan Jambi, termasuk penanganan insiden yang berdampak pada masyarakat. Prioritas utama kami adalah memastikan pelindungan konsumen dan masyarakat berjalan optimal serta seluruh hak nasabah terpenuhi sesuai ketentuan,” ujar Kepala OJK Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya.
BACA JUGA:
OJK Setujui Perluasan Wilayah Usaha Nasional Perusahaan Pergadaian PT Gadai Elektronik Jakarta
Selain pengetatan pengawasan, OJK Provinsi Jambi terus mengakselerasi program literasi dan inklusi keuangan secara masif dan merata hingga ke pelosok daerah.
OJK Perkuat Pembiayaan UMKM Melalui Pemanfaatan Inovasi Teknologi Sektor KeuanganÂ
“OJK Provinsi Jambi juga terus bersinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, dan stakeholders lainnya untuk memperkuat perekonomian daerah dan mendorong UMKM naik kelas. Bersamaan dengan itu, edukasi keuangan masyarakat terus diperluas agar tingkat literasi sejalan dengan inklusi, sehingga masyarakat makin bijak dan aman dalam memanfaatkan produk jasa keuangan,” tambahnya.
(Jp/nda)
Peringati Hari Indonesia Menabung, OJK Jambi Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini











