JAMBI, AMPAR.ID – Pengamat Perbankan, Laila Farhat, S.E., M.M., menilai PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi atau Bank Jambi memiliki peran strategis dalam memperluas akses keuangan masyarakat di Provinsi Jambi. Pertumbuhan Bank Jambi dinilai tidak cukup hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari seberapa luas manfaat layanan yang dirasakan oleh masyarakat.
Berbicara di Jambi, Rabu (11/9), Laila menegaskan bahwa keberadaan bank daerah harus mampu menjawab kebutuhan ekonomi lokal secara nyata melalui kemudahan akses pembiayaan, tabungan, hingga layanan perbankan digital.
“Bank Jambi harus tumbuh bersama masyarakat. Artinya, pertumbuhan bisnis bank harus berjalan seiring dengan semakin luasnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman, mudah, dan produktif,” ujar Laila.
Laila mendorong Bank Jambi untuk memperkuat penetrasi layanan kepada kelompok masyarakat yang selama ini belum terjangkau secara optimal, seperti pelaku UMKM, petani, nelayan, pekerja sektor informal, dan warga di wilayah pelosok. Menurutnya, masyarakat tidak boleh sekadar menjadi objek pasar, melainkan mitra ekonomi.
Namun, ia menggarisbawahi bahwa perluasan inklusi keuangan harus diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan agar layanan tersebut dimanfaatkan secara produktif. Edukasi mengenai pengelolaan keuangan, keamanan transaksi digital, dan perlindungan konsumen menjadi syarat mutlak untuk membangun ekosistem yang sehat.
Terkait dengan percepatan transformasi digital, Laila menilai digitalisasi sebagai peluang besar bagi Bank Jambi untuk menembus keterbatasan geografis. Meski begitu, faktor keamanan sistem tetap menjadi prioritas utama.
“Semakin digital layanan perbankan, semakin tinggi pula tuntutan terhadap keamanan. Kemudahan harus berjalan bersama perlindungan nasabah. Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bank yang harus dijaga,” tegasnya.
Lebih lanjut, Laila menekankan pentingnya sinergi antara Bank Jambi dan Pemerintah Daerah dalam mendukung penguatan UMKM serta sektor produktif lokal. Memahami karakteristik ekonomi daerah dinilai sebagai keunggulan utama BPD untuk merancang produk yang tepat sasaran.
Keberhasilan Bank Jambi, menurutnya, tidak hanya diukur dari besaran aset, laba, atau pertumbuhan kredit, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
“Bank Jambi jangan hanya tumbuh secara angka, tetapi harus tumbuh bersama masyarakat. Semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses keuangan dan semakin produktif pemanfaatannya, maka semakin kuat pula kontribusi Bank Jambi terhadap perekonomian Provinsi Jambi,” pungkasnya. (adv)
















