AMPAR.ID – Kabid Rehabilitasi BNN Provinsi Jambi drg. Mario L Supusepa usai mengikuti rakor persiapan pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala daerah pilkada serentak tahun 2020 mengatakan, pihaknya akan bekerja profesional sesuai tufoksi.
drg Mario mangatakan pihaknya akan membuat perjanjian kerjasama yang khusus antara KPU dan BNN terkait pemeriksaan kesehatan seluruh calon kepala daerah yang ikut dalam pilkada serentak tahun 2020 ini.
“Yang jelas kita harus bisa ada tes konfirmasi, yang namanya melalui tes rambut yang hanya ada di laboratorium BNN pusat, Ini bagaimana kan belum dibicarakan,”Jelasnya kepada ampar.id senin, (31/8)
Untuk BNN sendiri, adanya celah Mantan Pemakai Narkotika mendaftar sebagai kepala daerah?
Kembali Kabid rehabilitasi BNN itu menjelaskan iya akan berjalan berdasarkan aturan yang ada , kalau aturan yang memungkinkan, BNN ikut aturan,”karena memang sudah pernah terjadi kasus calon kepala daerah mantan pemakai Narkotika sehingga muncul gugatan putusan MK yang kami harus patuhi, BNN ikuti aturan yang ada,”terang drg. Mario
Dalam konteks pemeriksaan kesehatan ini tentu harus rigid, sehingga tidak ada mantan eks narkotika lolos dalam syarat pencalonan?
“Mangkanya, Tim yang kami turunkan dari BNN benar-benar tersertifikasi dan memalui uji kompetensi yang ketat, karena ada SNI bukan hanya helm saja, tapi SNI petugas yang dalam layanan NAPSA permenkesnya pun ada,”tegasnya
“dan oke, untuk disumatera dan di Jawa dokter-dokter sudah banyak yang ikut tersertifikasi atas pelatihan yang dilakukan oleh BNN, tapi kalo didaerah yang ada Indonesia timur, apakah sudah tersertifikasi, tentunya BNN yang sudah Tersertifikasi,”paparnya
Berapa banyak personil BNN yang dilibatkan?
“Kami ada 10 personil, tapi yang 2 personil lebih kepengamanan personil kami, 2 personil dari pemberantasan, karena bagaimanapun kami harus bicara lebih lanjut sampai sejauh mana itu pendukung-pendukung boleh masuk, itu harus kita bicarakan karena tekanan-tekanan pendukung tentunya saya harus bertanggung jawab atas keselamatan anak buah saya,”harapnya
Pihak BNN menegaskan, Cakada memang harus bersih dari narkoba, dan mencari calon kepala daerah yang punya komitmen terhadap P4GN, karena sampai sekarang jumlah pencandu yang semakin naik tidak diiringi oleh dukungan Kepala daerah, walaupun sudah ada inpres 02 tahun 2020, dan Permendagri nomor 12 tahun 2019 tapi masih kurang.
“Nah kalo kita dapat calon kepala daerah yang komitmen terhadap itu BNN sangat berkepentingan,”pungkasnya
Untuk diketahui seperti pernyataan sebelumnya komisioner KPU Provinsi Jambi M Sanusi, bahwa tes kesehatan Sweb Covid-19 dan narkotika akan digelar awal September mendatang.(dr)















