AMPAR.ID, MERANGIN – Herman Efendi resmi terpilih kembali untuk memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Merangin periode 2026-2031.
Keputusan ini diambil secara aklamasi dalam gelaran Musyawarah Daerah (Musda) XI yang berlangsung di Kantor DPD Golkar Merangin, Kamis (12/2/2026).
Pemilihan berjalan singkat dan kondusif. Pimpinan Sidang Musda XI, Asari Safi’i, S.Pd., MH, menetapkan Herman Efendi sebagai ketua terpilih setelah mendapatkan persetujuan bulat dari seluruh peserta sidang.
“Karena hanya ada satu calon tunggal, maka dengan ini kita tetapkan Herman Efendi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Merangin. Apakah setuju?” tanya Asari yang langsung disambut teriakan “setuju” secara kompak oleh peserta sidang.
Usai penetapan, prosesi dilanjutkan dengan penyerahan Panji Kebesaran Partai Golkar dari pimpinan sidang kepada Herman Efendi. Penyerahan ini menjadi simbol mandat untuk membesarkan partai di seluruh wilayah Merangin.
“Kami serahkan Panji Kebesaran Partai Golkar untuk dikibarkan di seluruh penjuru Kabupaten Merangin,” tegas Asari Safi’i saat prosesi penyerahan.
Dalam sambutannya, Herman Efendi menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah lima tahun ke depan. Ia menegaskan bahwa target utamanya adalah memenangkan Golkar dalam setiap kontestasi politik di Merangin. Meski sempat mengalami penurunan satu kursi di DPRD pada periode sebelumnya, ia mengingatkan kader bahwa Golkar tetap menjadi pemenang secara perolehan suara total.
“Amanah ini harus kita jalankan dengan program yang nyata untuk kemenangan partai. Perlu diingat, meski kursi berkurang satu, Golkar adalah peraih suara terbanyak. Itu artinya kita adalah pemenang,” ujar Herman optimis.
Terkait langkah awal, Herman bersama tim formatur berkomitmen menyusun struktur kepengurusan DPD Golkar Merangin paling lambat dalam waktu 30 hari ke depan. Ia juga menekankan pentingnya instruksi Ketua DPD Golkar Provinsi Jambi, Drs. H. Cek Endra, mengenai soliditas kader.
“Kedepan, soliditas seluruh kader wajib dikedepankan. Kita harus bekerja bersama, berkomunikasi, dan berkoordinasi. Tidak ada lagi kotak-kotak atau kubu-kubu dalam urusan kepartaian,” pungkasnya. (red)
















