AMPAR.ID, JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi membawa kabar menyejukkan bagi ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Gubernur Jambi, Al Haris, secara resmi menyetujui pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi kelompok pegawai tersebut pada Idulfitri 1447 Hijriah (2026).
Kebijakan ini merupakan langkah terobosan, mengingat sebelumnya tunjangan serupa umumnya hanya menyasar Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan PPPK penuh waktu. Tahun ini, Gubernur memastikan seluruh PPPK paruh waktu di lingkungan Pemprov Jambi turut merasakan perhatian pemerintah daerah.
Tercatat sebanyak 6.438 orang PPPK paruh waktu akan menerima tunjangan sebesar Rp1 juta per orang. Gubernur Al Haris menegaskan bahwa kebijakan ini adalah bentuk apresiasi atas kontribusi para pegawai dalam menunjang roda pelayanan publik di Provinsi Jambi.
“Sudah kita setujui pemberian THR untuk PPPK paruh waktu. Saya minta agar proses pembayarannya diselesaikan sebelum Lebaran, supaya bisa segera dimanfaatkan oleh para pegawai,” ujar Al Haris, Sabtu (7/3/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman, mengonfirmasi bahwa kesiapan anggaran dan teknis telah dibahas bersama Badan Keuangan Daerah (BKAD), Inspektorat, dan Bappeda. Saat ini, pihaknya tinggal menunggu Surat Edaran (SE) dari pemerintah pusat untuk melakukan eksekusi pembayaran.
“Sudah dirapatkan secara internal. Secara prinsip anggaran kita siap, kini tinggal menunggu payung hukum berupa SE dari Pusat sebagai dasar realisasinya,” jelas Sudirman.
Kebijakan ini disambut penuh haru oleh para pegawai. Bagi Widya, salah satu PPPK paruh waktu, keputusan ini menjadi momen bersejarah karena selama ini mereka merasa terabaikan dalam pembagian tunjangan hari raya.
“Alhamdulillah, akhirnya kami bisa merasakan dapat THR. Selama ini kami hanya melihat rekan-rekan PNS yang menerima. Terima kasih Pak Gubernur atas perhatiannya, ini sangat membantu kebutuhan keluarga menjelang Lebaran,” ungkap Widya.
Pemerintah Provinsi Jambi berharap pemberian THR ini tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi pegawai di hari raya, tetapi juga menjadi pemantik semangat untuk meningkatkan kinerja dan loyalitas dalam melayani masyarakat di lingkungan pemerintahan. (adv)
















