AMPAR.ID, JAKARTA – Dinas Pendidikan Provinsi Jambi terus berkomitmen mengoptimalkan potensi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada satuan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Sebagai langkah strategis, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Harmonis, memimpin delegasi bersama empat pimpinan BLUD SMK melakukan konsultasi intensif ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu (15/4/2026).
Kunjungan yang berlangsung di Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah ini difokuskan pada sinkronisasi aturan mengenai penetapan tarif barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit BLUD SMK di Jambi.

Konsultasi ini dinilai krusial agar operasional SMK yang telah berstatus BLUD memiliki payung hukum yang kuat dalam menjalankan aktivitas ekonominya.
Harmonis menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Provinsi Jambi dalam mendukung kemandirian sekolah.
”Ke depan, kita berharap empat BLUD SMK yang ada saat ini terus berkembang secara profesional. Penyesuaian tarif yang tepat dan sesuai regulasi Kemendagri akan membantu sekolah mencapai target pendapatan yang telah ditetapkan untuk tahun anggaran 2026,” ujarnya kepada ampar.id
Dalam agenda tersebut, turut hadir pula Kepala Bidang Pendapatan Bappeda Provinsi Jambi untuk memastikan bahwa skema pengembangan pendapatan di sektor pendidikan ini sejalan dengan target pembangunan daerah secara makro.
Sinergi antara Dinas Pendidikan dan Bappeda diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan kejuruan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mandiri secara finansial melalui hilirisasi produk-produk unggulan siswa.
Poin Penting Transformasi BLUD SMK Jambi kata Harmonis, Mengubah hasil praktik siswa menjadi barang dan jasa bernilai ekonomi.
“Memastikan seluruh transaksi barang dan jasa memiliki dasar hukum yang sah melalui koordinasi dengan Kemendagri, Mendorong pertumbuhan pendapatan sekolah yang akan dikelola kembali untuk peningkatan fasilitas dan kualitas pendidikan,” tegasnya.
Dengan adanya penguatan regulasi ini, SMK di Jambi diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus mencetak lulusan yang siap berwirausaha. (Nda)
















