Diawasi Ketat KPK, Plt Kadisdik Jambi Wanti-wanti Operator Sekolah: Hindari Gratifikasi SPMB!
JAMBI – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Langkah krusial ini diawali dengan menggelar kegiatan pelatihan teknis bagi para operator SPMB tingkat SMA dan SMK se-Provinsi Jambi yang berpusat di Auditorium Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Selasa (19/05/2026).
Acara tersebut dibuka langsung oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M. Umar My. Turut hadir dalam kesempatan itu jajaran kepala bidang, pejabat di lingkungan Disdik Provinsi Jambi, serta ratusan operator sekolah yang akan menjadi garda terdepan dalam proses seleksi murid baru tahun ini.
Dalam arahannya, M. Umar My menegaskan bahwa peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Jambi sangat bergantung pada akses pendidikan yang adil.
“Kalau ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia, maka anak-anak harus sekolah. Salah satu pintunya adalah SPMB. Karena itu, operator memiliki peran yang sangat penting dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak kita,” ujar Umar tegas.
Umar menjelaskan, skema SPMB tahun ini masih mempertahankan empat jalur utama, yaitu Jalur Domisili (30%), Afirmasi (30%), Prestasi (35%), dan Mutasi (5%). Namun, tahun ini perhatian khusus akan dicurahkan pada jalur afirmasi sebagai instrumen pemerintah untuk mengintervensi tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Provinsi Jambi.
Terkait hal tersebut, Plt Kadisdik meminta para operator sekolah memperketat sekaligus mempercepat proses verifikasi dan validasi data peserta didik.
“Masih ada data peserta didik yang sebenarnya sudah meninggal tetapi belum divalidasi. Kami berharap operator bisa mempercepat pembaruan data supaya angka ATS ini benar-benar bisa kita tekan,” tambahnya.
Selain masalah data, M. Umar My menggarisbawahi pentingnya menyamakan persepsi di antara seluruh operator demi meminimalisir kendala di lapangan. Sorotan tajam diarahkan ke wilayah perkotaan seperti Kota Jambi dan Kota Sungai Penuh, yang secara historis selalu memiliki tingkat persaingan masuk sekolah negeri yang sangat tinggi.
Dinas Pendidikan menginginkan pendekatan yang lebih humanis pada SPMB kali ini. Jika ada calon siswa yang gugur atau tidak diterima di sekolah negeri, pihak sekolah diwajibkan untuk memberikan penjelasan yang baik, transparan, dan edukatif kepada orang tua murid agar tidak memicu kesalahpahaman.
Di akhir sambutannya, Umar memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran panitia dan operator sekolah untuk menjaga marwah institusi pendidikan. Ia mengingatkan bahwa proses penerimaan murid baru ini dipantau ketat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“SPMB ini menjadi perhatian KPK. Karena itu, kami minta seluruh operator dan pihak sekolah menghindari segala bentuk gratifikasi dalam pelaksanaan penerimaan murid baru. Kita ingin SPMB yang berintegritas untuk mewujudkan pendidikan berkualitas dan melahirkan murid-murid yang berakhlak serta berprestasi,” pungkasnya. (nda/red)
















