AMPAR.ID, JAMBI – Gubernur Jambi, Al Haris, resmi menunjuk drg. Iwan Hendrawan, MARS, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi. Penunjukan ini tertuang dalam Surat Nomor 2224 yang ditandatangani langsung oleh Gubernur, terhitung mulai 1 Mei 2026.
Iwan Hendrawan, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Sarana dan Prasarana (Sarpras), kini memikul beban berat untuk membenahi manajemen rumah sakit pelat merah tersebut di tengah sorotan tajam legislatif.
Beban Utang Ratusan Miliar Langkah estafet kepemimpinan ini diambil tepat setelah Pansus IV DPRD Provinsi Jambi mengungkap rapor merah kinerja keuangan RSUD Raden Mattaher pada paripurna LKPJ Tahun Anggaran 2025, Senin (27/4/2026). Berdasarkan laporan tersebut, RSUD Raden Mattaher mencatatkan utang fantastis mencapai Rp122,38 miliar per 31 Desember 2025.
Kondisi ini dinilai sangat mengkhawatirkan karena berpotensi menyebabkan defisit anggaran kronis dan mengancam fleksibilitas keuangan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dewan memperingatkan bahwa kewajiban utang yang besar ini berisiko langsung terhadap penurunan kualitas pelayanan medis bagi masyarakat.
Wakil Gubernur Jambi Hadiri Upacara HUT Satpol PP, HUT Damkar dan HUT Satlinmas di Kota Palembang
Target dan Rekomendasi Pansus IV Sebagai Plt Direktur, drg. Iwan Hendrawan diwajibkan segera menjalankan instruksi strategis dari Pansus IV DPRD Provinsi Jambi, di antaranya:
Restrukturisasi Keuangan: Menyusun langkah nyata dan terukur untuk melunasi utang agar operasional rumah sakit tidak terganggu.
Optimalisasi Pendapatan: Menggali sumber pendapatan baru agar rumah sakit tidak bergantung sepenuhnya pada dana pemerintah.
SDM dan Putra Daerah: Melakukan pemetaan dokter spesialis melalui program PPDS dengan memprioritaskan putra-putri daerah Jambi.
Digitalisasi Layanan: Mempercepat penerapan sistem digital di manajemen dan pelayanan medis demi transparansi serta efisiensi.
Harapan Gubernur dan Publik Dalam surat penunjukannya, Gubernur Al Haris menekankan agar drg. Iwan Hendrawan melaksanakan tugas dengan seksama dan penuh rasa tanggung jawab. Gubernur berharap transisi ini mampu membawa perubahan signifikan dalam waktu singkat.
Kini, publik Jambi menanti langkah berani dari sang Plt Direktur untuk membawa RSUD Raden Mattaher keluar dari jeratan utang, sekaligus memperbaiki indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang sempat menurun akibat polemik keuangan tersebut. (red)
















