JEMBER, APMPAR.ID – SDN 1 Sumberanget di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, memanfaatkan tiga musala di sekitar pemukiman warga sebagai ruang kelas sementara akibat proses perbaikan dan renovasi gedung sekolah yang dimulai sejak akhir bulan lalu.
Pembelajaran darurat ini diterapkan agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung kondusif meski kondisi ruangan terbatas, dengan menerapkan sistem pembagian jadwal belajar antara kelas rendah dan kelas atas.
Guru Pendidikan Agama Islam SDN 1 Sumberanget, Ardhiana Yuni Musthofa, menjelaskan bahwa kapasitas musala yang terbatas disesuaikan dengan jumlah siswa yang ada.
Pihak sekolah membagi jadwal pembelajaran menjadi dua sesi, yakni sesi pagi pukul 07.00 hingga 09.30 WIB untuk kelas rendah, serta sesi berikutnya pukul 09.30 hingga 12.00 WIB untuk kelas atas, seperti kelas 2 dan kelas 6 yang menempati lokasi musala yang ia ampu.
“Alhamdulillah, sampai saat ini pelaksanaan proses pembelajaran lancar dan tidak ada gangguan sama sekali. Walaupun tempat musala yang kami tempati saat ini mungkin sempit, jadi disesuaikan dengan banyaknya siswa,” kata Ardhiana.
Sebelum proyek renovasi dimulai, fisik bangunan sekolah tersebut mengalami kerusakan cukup parah pada area atap dan dinding.
Hal ini sempat mengganggu kenyamanan siswa saat mengikuti proses pembelajaran di dalam kelas, terutama ketika curah hujan tinggi.
Siswa kelas 6 SDN 1 Sumberanget, Debi Veronika Aisyah, menceritakan bahwa ruang kelas yang lama kerap mengalami kebocoran dan kerusakan fisik.
“Ada yang bocor kalau hujan,” ujar Debi saat menceritakan kondisi atap dan dinding kelasnya yang berlubang sebelum direnovasi.
Meski harus berpindah ke tempat ibadah dengan luas ruang yang terbatas, Debi mengaku tetap menikmati proses belajar bersama teman-temannya selama penataan bangunan sekolah berlangsung.
“Senang, meskipun agak sempit tempatnya,” tutur Debi.
















