JEMBER, AMPAR.ID – Kaprodi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Achmad Hasan Basri, menilai Program Home Care Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menjadi langkah positif dalam memperkuat akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya warga kurang mampu dan kelompok rentan yang selama ini menghadapi keterbatasan untuk memperoleh layanan medis.
Hasan Basri mengatakan, pelayanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang wajib dipenuhi oleh pemerintah.
Oleh karena itu, inovasi pelayanan yang menghadirkan tenaga kesehatan langsung ke rumah warga dinilai sebagai upaya mendekatkan layanan publik kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Pada prinsipnya saya mendukung Program Home Care Pemkab Jember apabila orientasinya benar-benar ditujukan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dan mereka yang mengalami kesulitan mengakses layanan kesehatan,” ujarnya.
Menurutnya, Program Home Care memiliki manfaat besar bagi masyarakat yang tidak dapat dengan mudah mendatangi fasilitas kesehatan, seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, maupun pasien dengan keterbatasan mobilitas.
Kehadiran tenaga kesehatan di rumah pasien dinilai dapat memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan.
Hasan Basri menuturkan, pelayanan kesehatan berbasis kunjungan rumah juga dapat membantu masyarakat memperoleh penanganan medis lebih cepat sehingga kondisi kesehatan pasien dapat dipantau secara berkala.
“Apabila yang dimaksud adalah adanya pendampingan tenaga medis yang secara rutin memberikan pelayanan kepada pasien di rumah, maka hal tersebut merupakan langkah yang sangat baik. Bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi, usia lanjut, penyandang disabilitas, maupun pasien dengan mobilitas terbatas, layanan seperti ini dapat meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan,” katanya.
Ia menambahkan, agar manfaat program semakin optimal, pelaksanaan Home Care perlu didukung tenaga kesehatan yang kompeten serta sistem pelayanan yang terintegrasi dengan fasilitas kesehatan.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh kemudahan layanan, tetapi juga pelayanan yang sesuai dengan standar medis.
Dalam pandangan Hasan Basri, Program Home Care juga mencerminkan upaya pemerintah menghadirkan keadilan dalam pelayanan publik.
Ia menilai pemerataan akses kesehatan merupakan bagian penting dari tanggung jawab pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, prinsip tersebut sejalan dengan kaidah fikih, Tasarruful imam ‘ala ar-ra’iyyah manuthun bil mashlahah (تَصَرُّفُ الإِمَامِ عَلَى الرَّعِيَّةِ مَنُوطٌ بِالْمَصْلَحَةِ), yang berarti kebijakan seorang pemimpin terhadap rakyat harus didasarkan pada kemaslahatan mereka.
“Kebijakan publik seyogianya diarahkan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Program Home Care dapat menjadi implementasi nilai keadilan sosial apabila benar-benar menghadirkan akses layanan kesehatan yang lebih merata, khususnya bagi masyarakat yang selama ini menghadapi hambatan ekonomi maupun geografis,” jelasnya.
Hasan Basri berharap Program Home Care terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Ia juga menilai evaluasi secara berkala menjadi bagian penting agar kualitas pelayanan terus meningkat dan mampu menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Harapan saya kepada pemerintah, dapat melakukan evaluasi terkait program ini, sehingga apa yang masih kurang dapat diperbaiki dan apa yang perlu ditambah bisa segera dilakukan agar manfaat Program Home Care semakin luas dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
















